Mahfud Akui Indonesia Lamban Selesaikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud Md. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Bandung – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, tidak menampik jika Indonesia masih lambat dan lamban dalam menyelesaikan masalah pelanggaran HAM di masa lalu. Dia mengatakan, itu sudah menjadi keniscayaan dari proses demokratisasi di Indonesia.

“Dalam pengalaman, ada proposal penyelesaian (pelanggaran HAM) yang disetujui oleh yang satu, tapi ditolak oleh yang lain, jika disetujui oleh yang lain, ditolak oleh yang satunya,” kata Mahfud ditemui Hari Peringatan HAM Internasional di Bandung, Selasa (10/12).

Menurut dia, perdebatan semacam itu menjadi konsekuensi dalam berdemokrasi. Jika tidak ingin melalui jalan tersebut, kata Mahfud, negara dapat melakukan otoriter. “Tentu mudah, tinggal diputuskan secara sepihak. Tetapi itu tidak boleh,” ucapnya.

Mahfud juga mengatakan, penegakan HAM tidak bisa dilihat dari penegakan hukum semata. Apalagi sejak reformasi, sudah banyak kemajuan dalam pembangunan perlindungan HAM di Indonesia.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu membeberkan, hak-hak tersebut antara lain berupa hak-hak politik seperti penguatan demokrasi, kebebasan pers, kemandirian partai politik, menguatnya DPR, dan meluasnya kekuatan civil society. “Itu bisa sebagai bukti. Sebelum reformasi pengekangan terhadap HAM sangat hegemonik. Tapi sekarang sudah bebas,” ujar Mahfud.

Dia juga menyampaikan kepada masyarakat agar jernih melihat kemajuan perlindungan HAM di Indonesia. Menurutnya, saat ini negara tidak hanya memberikan jaminan perlindungan atas hak-hak sipil dan politik, tetapi sudah jauh merambah perlindungan HAM di bidang sosial dam ekonomi.

“Untuk masalah ekonomi dan sosial, sudah banyak yang dilakukan pemerintah melalui program-program pembangunan ekonomi, pengurangan angka kemiskinan, pemerataan pendidikan, kebijakan afirmasi, bantuan-bantuan sosial, dan sebagainya,” ujar dia. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here