UN Dihapus, JK: Lihat Efeknya 10 Tahun Mendatang

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Semiloka Nasional, Komnas HAM di Jakarta. Kamis, (12/12). Foto: Humas Komnas HAM

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan Presiden Indonesia periode (2004-2009, 2014-2019) M.H. Jusuf Kalla mengkritisi program penghapusan Ujian Nasional. JK menilai, penghapusan ujian nasional hanya akan membuat peserta didik menjadi “lembek”.

“Kalau tidak ditantang tidak diuji, kalau mau bangsa hebat harus mau melewati hal yang susah. Kalau melayani semua karena protes itu kita akan lembek,” jelas JK saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/12).

Menurutnya, penghapusan UN menghilangkan etos kerja keras anak karena hilangnya eksternal pressure. “Jangan samakan Indonesia dengan sekolah-sekolah di Finlandia yang penduduknya cuma lima juta. Kalau cuma 5 juta juga kita bisa merdekakan belajar. Kalau 260 juta gimana?,” ujarnya.

Baca Juga:  Letusan Gunung Sinabung Diprediksi Sampai ke Malaysia

Lebih lanjut, JK menilai jika efek dihapuskannya UN akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan. “Begitu Indonesia tidak lakukan ujian nasional langsung turun pendidikan. Efeknya akan terlihat 10 tahun yang akan datang,” tegasnya.

JK menegaskan tentang pentingnya UN. “Ujian sekolah mengujikan apa yang telah diajarkan. Ujian nasional menguji apa yang seharusnya anak-anak tahu,” ujarnya. Menurut JK, adanya ujian nasional membuat anak berusaha untuk belajar lebih keras. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here