Keislaman dan Kebangsaan Dua Senyawa Tak Terpisahkan

Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Ahmad ZR/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengapresiasi tema Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan (Mukernas PPP) ke-9. Tema Mukernas ini bertajuk ‘Mempertegas Komitmen Keislaman dan Kebangsaan.’

“Kami sangat senang tema Mukernas ini adalah mempertegas komitmen keislaman dan kebangsaan. Artinya, dua hal ini merupakan senyawa yang tidak dapat dipisahkan,” kata Mahfud dalam sambutannya di Mukernas PPP di Jakarta, Sabtu (14/12).

Meskipun menjadi perdebatan, lanjutnya, Islam dan nasionalisme selalu menjadi dua senyawa yang memberikan rahmat bagi seluruh alam. Kini, jelas Mahfud, pertumbuhan Islam dapat berkembang dengan baik dan diterima semua kalangan.

“Dulu orang kalau mau jadi pejabat, takut menunjukan keislamannya. Sekarang alhamdulillah banyak yang tumbuh dari bawah, Pak Suharso (Suharso Monoarfa) menjadi menteri (PPN/Bappenas), Pak Arsul Sani Wakil Ketua MPR,” tuturnya.

Dia menyebutkan, kesepakatan beragama yang dijalankan di Indonesia dan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) adalah moderasi beragama. Kata Mahfud, moderasi Islam adalah menerima segala produk kesepakatan bangsa serta memberi nafas keislaman negara.

“Seperti wacana radikalisme, memang pengertian radikalisme ada yang baik juga, seperti (pengertian) korupsi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Nah, radikalisme menurut hukum kita adalah tindakan kekerasan untuk menggantikan sistem negara,” ujarnya.

Bahkan, Mahfud menyebutkan polisi yang berkelahi dengan mahasiswa dalam demontrasi bukan pelanggaran HAM. “Pelanggaran HAM adalah suatu usaha pemerintah melakukan upaya kejahatan secara sistematis dan terstruktur,” kata dia. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here