Firli Bahuri: Saya Kerap Mendengar Ibu Mendoakanku Saat Tahajud

firli bahuri
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Pol Firli Bahuri. Foto: Antara.

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Pol Firli Bahuri, sering mendapat kiriman doa dari sang ibunda. Pengakuan ini dikemukakan oleh Firli pada Seinin (23/12).

Ia mengatakan, bahwa almarhum ibunya selalu mendoakannya saat menjalankan ibadah salat tahajud. “Saya kerap mendengar sayup-sayup nama saya disebut dalam doanya,” kata Firli dalam rilis yang terkait dengan Hari ibu.

Firli menyebutkan beberapa sifat ibunya. Sang ibu akan marah jika ia berbuat salah, cerewet jika ia teledor, banyak melarang, serta banyak aturan. Ia mengakui itu sebenarnya bentuk kepedulian seorang ibu yang tak kenal lelah untuk menjaga, menyayangi dan mendidik anaknya.

“Bagi saya, Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan belaka, tapi bagaimana kita memaknai esensi dan nilai dari pengorbanan seorang ibu. Ini letak pentingnya peran ibu bagi masa depan suatu bangsa,” tutur pria berusia 56 tahun ini.

Masa depan suatu bangsa, paparnya, sebagian besar terletak pada kaum perempuan. Karena itu peran ibu sangat penting dalam mendidik dan membentuk karakter seorang anak menjadi kuat, disiplin, jujur serta ber-ahlak mulia, yang ke depan akan menjadi pemimpin bangsa.

“Bagi saya ibu adalah segalanya. Ibu sayalah yang mengenalkan saya dengan kenyataan hidup, tantangan, dan dengan segenap peluangnya. Ibu selalu mengajarkan kepada saya apa arti kerasnya kehidupan dan hidup itu adalah perjuangan,” ujarnya.

Menurut dia, perjuangan dan kerja keraslah yang akan membentuk karakter pribadi seseorang. Apakah seseorang akan menjadi pribadi yang gigih, pekerja keras pantang menyerah atau justru menjadi pribadi yang lemah dan cepat putus asa.

“Saya kira kita harus menempatkan diri untuk menjadi pribadi yang kokoh, pejuang, petarung tanpa mengenal kata menyerah. Ini agar muncul sebagai pemenang dengan tetap bertawakal serta penuh keyakinan bahwa semua atas kuasa dan kehendak Allah SWT Tuhan yang maha kuasa,” kata dia.

Ibu adalah sosok yang sangat menentukan bagi perjalanan anak-anaknya, urainya, dan bahkan surga ada di bawah telapak kaki ibu. Pepatah itu punya makna implisit, bahwa langkah kaki ibulah yang menentukan nasib anaknya.

Beberapa waktu lalu, Firli berziarah ke makam ayah dan ibu saya di Desa Lontar, Sumatra Selatan. Dia sadar betul bahwa apa yang dicapai saat ini karena jasa orang tua, seorang ibu.

“Saya menilai pengabdian kepada orang tua tidak hanya saat mereka masih hidup, ketika mereka meninggal pun wajib dilakukan. Berziarahlah ke makam orang tua untuk berdoa, insya-Allah akan saya lalukan setiap waktu. Jika belum bisa berziarah, doa-doa tentunya selalu kita lantunkan untuk mereka,” ujarnya.

Firli juga memberikan catatan dalam tulisan tersebut. “Tulisan itu dibuat setelah teringat dengan ibu yang telah meninggalkannya sejak 23 tahun yg lalu (21 juli 1997) ketika bertugas di Liquisa Timtim sekarang Timor Leste.,” ungkapnya. (AS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here