Hoaks: Larangan Perayaan Natal di Dharmasraya

hidayat
Hidayat Nur Wahid. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) turut komentar terkait informasi simpang siur tentang pelarangan perayaan Natal di Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Menurut dia, informasi tersebut tidak benar.

“Jadi jelas ya, berita tentang pelarangan Natal itu hoaks alias fitnah,” kata Hidayat melalui akun resminya, Senin (23/12).

Dia mengingatkan kepada siapa pun untuk tidak menebarkan informasi yang dapat meruncingkan persoalan sosial. Menurut dia, masyarakat Indonesia sangat tinggi dengan budaya ketimuran.

Namun ada pihak-pihak yang menginginkan keterbelakangan masyarakat. Caranya, dengan melemparkan informasi hoaks yang dapat berujung pada perpecahan dan disintegrasi.

“Beragama penting dengan baik, adil dan harmoni, saling hormati tidak dengan fitnah, karena itu cara kalangan radikal,” ujarnya.

Kepala Humas Pemkab Dharmasraya Budi Waluyo berkata pemerintah setempat secara resmi tidak pernah melarang warga beribadah sesuai agama dan keyakinan masing masing. Dia mengatakan, ada kesepakatan antara tokoh masyarakat Nagari Sikabau dan umat Kristen dari warga transmigrasi di Jorong Kampung Baru.

“Kedua belah pihak sepakat,” kata Budi.

Sekretaris Daerah Sijunjung Zefnifan menuturkan tidak ada pelarangan merayakan Natal di kabupatennya. Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra mengklaim tidak ada larangan merayakan Natal dari dua pemerintah kabupaten di Sumbar itu.

“Ada konsensus antara pemerintah setempat dan umat Kristen untuk membatasi kegiatan keagamaan,” katanya.

Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan pihaknya akan bertanya lebih lanjut terkait pelarangan perayaan Natal bersama di dua wilayah tersebut dengan masyarakat setempat. Namun ia menyatakan masyarakat setempat beranggapan sudah ada kesepakatan terkait pelarangan Natal bersama tersebut.

“Bapak belum cek ya itu. Ntar nanti kita tanya bagaimana kesepakatannya itu. Tapi penjelasan mereka itu ‘sudah kesepakatan dan sudah lama Pak itu’ begitu,” kata Fachrul ketika ditanya awak media di Jakarta, Sabtu (21/12).

Masyarakat setempat, lanjut Fachrul, mengaku melarang merayakan dengan alasan tak ada gereja di dua wilayah tersebut. Oleh sebab itu, perayaan Natal bersama akan dipusatkan di Kabupaten Sawahlunto.

“Karena di dua kabupaten itu enggak ada gereja, maka Natalannya di Sawahlunto,” kata dia. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here