Surat Perintah Normalisasi Sungai Konawe Hoaks

Agus Wibowo
Agus Wibowo, Kepala Pusat data informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB, Jakarta. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan normalisasi Sungai Wanggu Konawe Selatan dan Hulu Kendari, Sulawesi Tenggara, adalah hoaks.

“BNPB tidak bertanggung jawab terhadap konsekuensi surat tersebut dan menghimbau agar selalu melapor kepada BNPB apabila terdapat kasus serupa di kemudian hari,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, Senin (13/1).

Surat palsu yang beredar itu berbentuk Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tentang Pekerjaan Surat edaran dengan nomor 02/SPMK/BNPB/1/2020 tertanggal 23 Januari 2020. SPMK yang mengatas namakan BNPB dan berisi tentang komitmen pejabat BNPB yang seolah-olah dibuat untuk menugaskan PT Ribros Raya Nuda.

Sungai di wilayah Konawe memang terbilang ekstrem. Akhir tahun lalu, dua warga di Kabupaten Konawe Utara (Konut) dikabarkan tewas diterkam buaya. Peristiwa tersebut terjadi dalam waktu dua hari berturut-turut sejak Kamis (26/12).

Peristiwa pertama menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Rugaya (48), warga Desa Bendewuta Kecamatan Oheo Kabupaten Konut. Kecamatan Oheo Kabupaten Konut pada Kamis (26/12).

“Korban diterkam buaya dilihat langsung oleh anaknya yang berusia delapan tahun,” kata Humas Basarnas Kendari Wahyudi dalam pesan tertulisnya, Jumat (27/12).

Usai diterkam buaya, kata dia, keluarga dan masyarakat setempat berusaha mencari jasad korban namun hasilnya nihil. Setelah itu, kata Wahyudi, tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here