Menag Berharap Kubu Moderat dan Konservatif Bisa Saling Menghargai

Menag Fachrul Razi. Foto: Imanuddin R/indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan tugas moderasi beragama menemui tantangan berat ke depan seiring pertentangan antara konservatisme dan moderat. Dia berharap dua kubu ini bisa saling menghargai.

“Apa yang kita lakukan, kita usahakan supaya yang sangat moderat agak sedikit ke titik gravitasi (tengah). Yang sangat konservatif, kita buat sedikit mendekat ke grativasi hingga sedikit lebih ‘balance’ karena itu adalah tugas kita bersama,” kata Menag di sela tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB) ke-74 di Gedung Kemenag area MH Thamrin, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut dia, tugas untuk menyatukan dua kubu itu sangat berat. Keduanya bagaikan dua kutub sehingga moderasi agama sulit tercapai.

“Tugas kita ke depan masih sangat berat terutama moderasi beragama. Selalu berada pada dua kutub, mungkin salah satunya yang sangat moderat yang satunya sangat konservatif,” katanya.

Menurut dia, moderasi beragama terus dipromosikan oleh Kementerian Agama termasuk oleh Menag sebelumnya yaitu Lukman Hakim Saifuddin. Fachrul mengatakan moderasi beragama bukanlah memoderatkan cara mempraktikkan agama.

Dia mengatakan, moderasi agama yaitu saling menghargai satu sama lain di antara perbedaan yang ada. Dia mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 mengenai penciptaan manusia dari berbagai bangsa dan suku.

“Kata Allah kita sengaja diciptakan berbeda-beda tujuannya apa? Supaya kalian saling kenal,” kata dia.

Dia mengatakan jika perbedaan justru memicu permusuhan berarti umat salah dalam mengartikan perintah Tuhan kepada manusia. Kemenag berupaya agar keberagamaan selalu berada dalam titik moderat.

“Kalau kita ngomong tentang bandulan bandulan akan selalu jatuh pada titik gravitasi,” katanya. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here