Ancaman Abrasi di Utara Bekasi

Sekolah Madrasah ibtidaiyah (MI) Mansyaul Huda halaman sekolahnya tergenang air laut akibat terdampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sejumlah kampung di Utara Bekasi perlahan tenggelam menyusul abrasi di kawasan itu sejak 12 tahun lalu.

Angin laut bertiup kencang di tengah hari ketika Wa Junin, 75, duduk ditemani deburan ombak yang tak henti menerpa dinding tanggul depan rumahnya, Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Lelaki berperawakan tinggi itu merupakan satu dari beberapa warga yang memilih bertahan hidup di Kampung Muara Jaya, meskipun dihantui bahaya abrasi.

Ia tinggal berdua dengan putri bungsunya di rumah yang setiap hari terendam air saat laut pasang.
“Abisnye mau pindah ke mana? Kagak punya lagi tempat buat ngungsi,” keluhnya.

Ia mengisahkan, di permukiman itu sebelumnya dihuni ratusan kepala keluarga (KK). Namun, sejak 12 tahun silam rumah-rumah tetangganya tersebut tenggelam akibat abrasi.

“Sebelumnya di sini banyak rumah, sekitar seratusan lebih. Karena abrasi, sebagian besar rumah yang di pinggir pantai jadi tenggelam,” ungkap Wa Junin sambil menunjuk sebuah bekas tiang listrik yang tinggal tersisa ujungnya lantaran terendam air laut.

Selain di Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, abrasi juga telah membuat ratusan KK di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, kehilangan tempat tinggal. Ratusan rumah kini tak lagi berpenghuni. Sebagian tenggelam ditelan laut, sebagian lagi dibiarkan kosong dan rusak lantaran cukup lama ditinggal pemiliknya.

Meski telah belasan tahun hidup di tengah ancaman abrasi, warga Kampung Beting tetap bertahan di daerah ini karena tak punya tujuan tempat berpindah. “Dulu kampung ini rame, banyak nelayan yang maju. Sekarang, jadi perkampungan nelayan paling menderita,” ucap Sanusi (59) warga lainnya. (Mi/Ant)


 Foto: Antara

Foto udara sejumlah permukiman yang terendam air laut akibat terdampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Foto potret Wa Junin (75) yang masih bertahan tinggal dirumahnya yang tergerus abrasi di Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Rumah yang digenangi air laut dan masih bertahan ditempati oleh warga akibat terdampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Sekolah Madrasah ibtidaiyah (MI) Mansyaul Huda halaman sekolahnya tergenang air laut akibat terdampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Tempat Pemakan Umum terendam luapan air laut yang biasa menggenangi Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Rumah warga yang rusak dan ditinggal pergi pemiliknya akibat terdampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Foto udara muara laut dan kawasan hutan mangrove yang tidak memiliki tanggul atau pemecah ombak sehingga pasang surut air masuk ke permukiman warga Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.


Foto: Antara

Warga berjalan menerobos luapan air laut yang biasa menggenangi Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Foto: Antara

Dua orang warga melintas di tambak ikan Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here