Prabowo Jajaki Alutsista di Prancis, Wamenhan: Belum Tentu Indonesia Beli

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Icheiko Ramadhanty/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, angkat bicara terkait isu pembelian alutsista di Prancis. Isu tersebut mencuat setelah kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Negeri Napoleon itu, beberapa waktu lalu.

Wahyu mengaku Prabowo sekadar melihat peralatan dan kecanggihan alutsista milik Prancis. “Kalau melihat kan boleh, kan belum tentu beli,” ujarnya ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Rabu (22/1).

Kendati demikian, dia mengatakan, pada tahun ini pemerintah memang akan memfokuskan untuk memperkuat pertahanan. Kemhan akan mengevaluasi seluruh peralatan alutsista yang saat ini dimiliki Indonesia.

“Misalkan, pesawat yang tidak bisa terbang, kita terbangkan. Itu dari tiga aspek (matra) juga, yaitu darat, laut, dan udara,” ucapnya.

Terkait rencana ekspor alutsista oleh Indonesia, Wahyu menyebut sudah ada beberapa negara yang melakukan pemesanan ke Indonesia. Ghana dan Filipina menjadi dua negara terbesar yang memesan alutsista kepada RI.

“Kedua negara itu produknya pakai Pindad (perusahaan alutsista Indonesia, PT Pindad). Jenisnya kalau Filipina itu tank. Kalau soal jumlahnya saya kurang tahu,” kata dia.

Wahyu berharap ekspor alutsista itu akan semakin mengembangkan dan menguatkan industri pertahanan dalam negeri. Wamenhan mengaku ingin memiliki industri pertahanan yang kuat seperti Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) milik Amerika Serikat.

“Jadi saya harap PT Dirgantara Indonesia (PTDI) nantinya kalau perlu sampai 15 tahun ke depan supaya dapat mencapai visinya presiden (memproduksi pesawat tempur),” tuturnya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here