Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Siapa Sultan Zainal Abidin Syah?

Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Maluku menemukan fondasi "Kadato Biji Negara", kedaton lama kesultanan Tidore di Toloa sebelum pusat pemerintahan dipindahkan ke Soa Sio oleh Sultan Syaifuddin pada pertengahan abad ke-17. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sultan Zainal Abidin Syah diusulkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore. Usulan itu dikemukakan Pemerintah Daerah Tidore, Maluku Utara dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam seminar yang bertajuk ‘Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI’ di Uviversitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Kamis (12/3).

Namun, tahukah siapa itu Sultan Zainal Abidin Syah?

Zainal Abidin oleh masyarakatnya dikenal sebagai tokoh yang memiliki patriotisme dan nasionalisme tinggi.

Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore (1947-1967). Ia memiliki peranan penting di dalam sejarah perebutan kembali Papua Barat dari tangan Belanda kala itu. Pada 17 Agustus 1956, Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibu Kota sementara di Soa-Sio Tidore.

Soekarno memutuskan hal itu dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu. Sehingga, tidak ada alasan bagi Belanda untuk tidak mengakuinya sebagai wilayah NKRI.

Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Pertama Perjuangan Pembebasan Irian Barat pada pada 23 September 1956 di Soa-Sio Tidore. Kemudian, pada tahun 1962 dia diperbantukan di Kementerian Dalam Negeri sampai tahun 1963. Ia wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon.

Sepenggal kisah patriotik dari Sultan Tidore Zainal Abidin Syah terjadi pada bulan Februari 1949. Saat itu, pemerintah Belanda mengundang Sultan Tidore Zainal Abidin Syah untuk berkunjung ke Irian Barat (Manokwari).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here