DPR Sarankan Mendikbud Tutup Sementara Sekolah dan Kampus

Anggota Komisi X DPR, Irine Yusiana Rona Putri (youtube)

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi X DPR, Irine Yusiana Rona Putri, khawatir virus corona (Covid-19) masuk ke lingkungan sekolah maupun kampus. Dia meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mempertimbangkan berbagai skenario dalam mitigasi wabah corona.

“Mitigasi itu bukan berarti panik,” ucap Irine di Jakarta, Jumat (13/3). Ia menyebut Indonesia sudah lama melakukan mitigasi, misalnya mitigasi bencana gempa bumi.

Hal serupa bisa diterapkan di lingkungan sekolah dan kampus untuk bencana nonalam seperti wabah corona. Misalnya, mengganti kelas fisik dengan kelas dalam jaringan (online) atau rugas di rumah.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, jika wabah corona makin meluas, maka Nadiem harus mempersiapkan skenario seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus. Apalagi, kata dia, sejumlah sekolah internasional di Jakarta saat ini sudah mengganti pengajaran kelas fisik dengan kelas online. Hal itu juga dilakukan beberapa institusi di luar negeri.

Maka itu, Irine meminta Nadiem mempertimbangkan hal tersebut. “Saya percaya, sebagai inovator, Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu,” ujar dia.

Hal yang tak kalah penting, Nadiem harus memikirkan skenario untuk sekolah dan kampus di luar Pulau Jawa, seperti Indonesia timur. Sebab, di wilayah itu infrakstruktur teknologinya tidak sebaik di Jakarta.

Untuk daerah demikian, Irine menilai tidak harus memakai sistem online, tapi bisa dengan meminta siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui e-mail atau aplikasi pesan singkat lainnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here