Tangkal Corona, TNI Diminta Perketat Penjagaan di Perbatasan

Meutya Viada Hafid
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. Foto: Icheiko/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi I DPR menilai pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di bandara dan pelabuhan sudah bisa diandalkan. Namun, timbul permasalahan baru, yakni penjagaan di wilayah perbatasan NKRI. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada warga negara asing masuk secara ilegal ke Tanah Air.

“Di batas-batas daratan, apakah sudah penjagaan? Nah, itu libatkan TNI, karena ini sudah bagian dari OMSP (operasi militer selain perang),” kata Ketua Komisi I DPR, Meutya Viada Hafid, di Jakarta, Sabtu (14/3).

Peran TNI dalam menangani bencana yang masuk OMSP termaktub dalam UU No.34/2004. Politikus Partai Golkar itu mengatakan, peran TNI sudah cukup baik saat penemuan WNI yang terkena dampak corona dari luar negeri serta pemilihan lokasi observasi. Maka itu, dia meminta TNI harus meningkatkan penjagaan di perbatasan.

“Ini sudah menjadi OMSP, karena jatuhnya adalah ini termasuk bencana. Bencana ini bisa dikategorikan. Artinya, tidak ada keraguan lagi untuk TNI masuk membantu. Kalau nanti misalkan kita membatasi arus-arus masuk ke Indonesia, tidak bisa hanya menjaga bandara,” ucap dia.

Sementara, anggota Komisi V DPR, Irwan, menegaskan semua akses infrastruktur darat dan laut harus diperketat lagi untuk mencegah penyebaran corona. Ia juga meminta agar pemerintah membuat satu pintu saja untuk warga negara asing dengan protokoler ketat.

“Untuk akses masuknya warga negara asing dibuat satu pintu saja, untuk keluar masuknya, misalnya bandara internasional Soekarno-Hatta,” ucap Irwan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here