Kisah Orang Kusta, Botak dan Buta yang Diuji Allah: Siapa yang Lulus?

bersedekah
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Pada zaman dulu, ada tiga orang dari Bani Isra’il yang didera penyakit.

Pertama menderita penyakit kusta, yang kedua berkepala botak dan yang ketiga buta. Kemudian Allah Ta’ala menguji mereka dengan mengutus malaikat menemui mereka.

Malaikat dalam wujud manusia menemui orang yang berpenyakit kusta, kemudian memberikan kesembuhan kepadanya. Tak hanya itu, ia diberikan harta yang diinginkannya yaitu puluhan unta.

Selanjutnya, malaikat mendatangi orang yang berkepala botak. Setelah diadakan dialog sebentar, orang botak itu, atas izin Allah juga disembuhkan dari kebotakannya. Selain itu, ia juga diberi harta yang diinginkannya yaitu sapi yang sedang bunting.

Setelah orang botak, yang didatangi malaikat adalah orang buta. Seperti orang sebelumnya, dia disembuhkan dari kebutaannya dan diberi harta yang paling disukainya yaitu kambing buntinh. Setiap kalai mau pamit, malaikat mendoakan agar harta yang diberikan bisa penuh berkah.

Rupanya, harta berupa unta, sapi dan yang diberikan kepada mereka, bisa berkembang dengan sangat pesat. Pada kondisi inilah mereka diuji oleh malaikat yang diutus oleh Allah Ta’ala. Didatangilah orang yang dulunya berpenyakit kusta, yang botak dan yang buta.

Dengan wujud orang yang berpenyakit kusta, malaikat mencoba menguji, “Saya orang miskin yang bekalku sudah habis dalam perjalananku ini dan tidak ada yang menyampaikan aku hidup hingga hari ini kecuali Allah kemudian anda. Maka aku memohon kepadamu demi yang telah memberimu warna dan kulit yang bagus dan harta berupa seekor unta, apakah kamu mau memberiku bekal agar aku dapat meneruskan perjalananku ini?”

Orang itu tidak mau membantu. Bahkan, ia mengaku bahwa harta itu semua adalah warisan turun temurun. Ia seperti kacang lupa pada kulitnya. Maka malaikat itu sebelum pamit berkata, “Seandainya kamu berdusta, semoga Allah Ta’ala mengembalikanmu kepada keadaanmu semula.”

Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang dahulunya berkepala botak dalam bentuk keadaan orang yang berkepala botak. Orang ini sikapnya sama dengan orang sebelumnya. Ia juga tidak mau membantu, dan malah mengaku semua hartanya adalah hasil dari jerih payah sendiri. Malaikat pun berkata, “Seandainya kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu kepada keadaanmu semula.”

Lain halnya dengan orang yang buta. Ketika dimintai tolong, ia tak sungkan untuk membantu malaikat itu. Bahkan dia mengakui bahwa harta itu adalah dari Allah. Katanya, “Dahulu aku adalah orang yang buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku dan aku juga seorang yang faqir lalu Dia memberiku kecukupan, maka itu ambillah sesukamu. Demi Allah, aku tidak akan menghalangimu untuk mengambil sesuatu selama kamu mengambilnya karena Allah.”

Orang buta ini lulus ujian. Kemudian Malaikat itu berkata, “Peganglah hartamu! Sesungguhnya kalian sedang diuji dan Allah telah rida kepadamu dan murka kepada kedua temanmu.” Kisah ini terdapat dalah hadits Bukhari.

Di antara pelajaran penting yang dapat diambil dari kisah ini.

Pertama, semua rezeki asalnya dari Allah, maka ketika ada orang yang membutuhkan, maka harus membantunya.

Kedua, Allah memurkai orang yang tak pandai bersyukur dan mencintai orang yang pintar bersyukur.

Ketiga, kondisi susah atau senang pada dasarnya adalah ujian. Yang akan sukses menjalani ujian ini adalah orang yang bersyukur ketika lapang, dan bersabar ketika mendapat kesusahan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here