Pemerintah Luncurkan Kartu Pekerja, Bisa Bantu Pekerka Terdampak Covid-19

Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di Gedung BPPT, Jakarta. Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah kembali meluncurkan Kartu Prakerja.  Kartu Prakerja merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo untuk periode kedua.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluncuran Kartu Prakerja bisa membantu tenaga kerja yang terdampak Covid-19 untuk meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan secara online yang dapat dipilih sesuai minat.

“Kartu Prakerja menjadi solusi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang telah ditekuni (upskilling), atau di bidang yang baru (reskilling),” ujar Menko Airlangga dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (20/3).

Dia mengatakan dengan adanya program ini diharapkan para pekerja muda khususnya yang baru lulus SMA/SMK, ataupun yang kehilangan pekerjaannya bisa meningkatkan daya saing melalui pelatihan-pelatihan yang disediakan. Menko Airlangga menjelaskan setiap WNI di atas 18 tahun bisa mendaftarkan diri secara online di situs Kartu Prakerja www.prakerja.go.id untuk bisa memilih berbagai jenis pelatihan melalui platform digital mitra resmi pemerintah.

“Registrasi untuk Kartu Prakerja baru akan dibuka pada awal April 2020 dan dua minggu dari sekarang akan dilakukan proses sosialisasi kepada masyarakat,” tambah Airlangga.

Menko Airlangga mengatakan ada dua jenis pelatihan yang diberikan, yaitu daring (online) maupun tatap muka (offline). Serta terdapat pilihan program pelatihan 3-in-1 (three in one) yaitu pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang tepat untuk pencari kerja.

Untuk setiap jenis program, pemerintah bersama platform digital menyeleksi lembaga pelatihan yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Para penyedia pelatihan dalam program Kartu Prakerja termasuk lembaga pelatihan swasta, lembaga pelatihan pemerintah, training center industri, universitas dan institusi pendidikan vokasi.

“Pemerintah memberikan bantuan biaya pelatihan hingga Rp7 juta per peserta sekali seumur hidup. Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan itu langsung kepada lembaga pelatihan melalui platform digital,” ujar Menko Airlangga.

Untuk tahun anggaran 2020, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk sekitar dua juta penerima manfaat program Kartu Prakerja. Pemerintah akan mendorong lembaga pelatihan dan dunia usaha untuk saling bekerja sama, sehingga lulusan lembaga pelatihan menjadi lebih mudah memperoleh pekerjaan.

Menko Airlangga berharap program ini bisa mengurangi jumlah pengangguran dari posisi saat ini sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur.  Pengangguran tersebut setengahnya atau sekitar 3,7 juta penduduk berusia 18-24 tahun yang 64 persen di antaranya tinggal di perkotaan.

“78 persen pengangguran berpendidikan SMA ke atas. Masalah terbesar yakni sekitar 90 persen dari mereka tidak pernah mengikuti pelatihan bersertifikasi,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah menggandeng 8 platform digital dalam program ini antara lain Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker serta 3 platform pembayaran yakni Ovo, BNI, dan Linkaja. (CK/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here