Arab Saudi Fasilitasi Kepulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Kena Lockdown

Calon jemaah umrah yang gagal berangkat. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi akan memfasilitasi jemaah umrah Indonesia yang tersisa menyusul kebijakan penutupan penerbangan internasional dari dan ke Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi akan melakukan pendataan bagi jamaah umrah yang tersisa hingga 28 Maret.

Namun demikian, Saudi hanya akan memfasilitasi kepulangan mereka yang memegang visa umrah. Kebijakan ini tidak berlaku bagi WNI yang umrah dengan visa ziarah atau visa turis.

“Total ada 41 jemaah umrah Indonesia yang kini tersisa di Saudi,” kata Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jadah Endang Jumali, Kamis(26/3) mengutip Anadolu.

Dari jumlah tersebut, 39 di antaranya mengantongi visa umrah, sedangkan dua orang memegang visa ziarah. “Sebanyak 39 orang dari 10 travel sudah melaporkan ke kita,” ujar Endang kepada Anadolu Agency pada Kamis.

Endang menekankan jemaah umrah yang menggunakan visa ziarah harus menunggu pencabutan lockdown dari pemerintah Saudi untuk bisa pulang.

Endang mengaku heran kenapa para jemaah melakukan umrah dengan visa ziarah.

“Dan rata-rata yang stranded ini tidak terdata di Siskopatuh Kemenag, jadi semacam backpacker,” ujar Endang.

Endang juga menjelaskan pihaknya sudah menginformasikan melalui pemerintah pusat agar setiap travel mempercepat pemulangan jamaahnya yang masih tersisa di Arab Saudi.

“Namun yang terjadi, masih ada saja yang tidak mengindahkan imbauan,” tukas dia.

KJRI Jadah mengimbau para jamaah umrah yang telah terdata untuk memanfaatkan fasilitas dari pemerintah Arab Saudi mengingat terbatasnya kesempatan ini.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here