Banyak Warga Mudik, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Opsi Lockdown

Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto. Foto: dpr.go.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR, Rofik Hananto, menilai wabah virus corona atau covid-19 semakin darurat. Maka itu, dia meminta pemerintah segera mempertimbangkan opsi lockdown (mengunci) wilayah. Hingga Kamis (26/3), pasien positif Covid-19 mencapai 893 orang, 78 di antaranya meninggal dunia. Kabar baiknya, 35 di antara mereka dinyatakan sembuh.

“Saya meminta pemerintah untuk segera mempertimbangkan langkah lockdown atau karantina wilayah, mengingat wabah virus corona ini semakin hari semakin meluas dan memakan banyak korban,” kata Rofik di Jakarta, Kamis (26/3).

Rofik menyoroti banyaknya masyarakat yang mudah di tengah wabah corona. Ia menyebut ulah masyarakat yang mudik itu berpotensi membawa virus ke kampung halaman.

“Ini betul-betul mengerikan, daerah yang sebelumnya tidak ditentukan kasus positif corona, kini mulai ditemukan kasus positif, dan jumlahnya setiap hari semakin meningkat. Apabila pemerintah lambat mengambil sikap, dikhawatirkan kondisi ini semakin buruk dan justru akan semakin sulit untuk dikendalikan,” ucap dia.

Politikus PKS itu menambahkan, saat ini para medis juga sudah kewalahan menangani pasien covid-19. Mereka terus berjibaku dengan alat pelindung diri (APD) terbatas. Tak hanya itu, jumlah pasien yang terus bertambah juga tidak dimbangi dengan tenaga medis dan peralatan yang memadai.

Seharusnya, kata dia, fakta-fakta di lapangan itu membuat pemerintah membuka mata untuk mengkaji opsi lockdown. Ia khawatir negara bakal ikut terjangkit virus jika pemerintah lambat dan tidak mengambil langkah cepat dan tepat. “Para tenaga medis kita hari ini sudah mulai kewalahan menangani pasien covid-19, apabila pemerintah tidak segera mengambil keputusan yang tepat, dikhawatirkan kondisi ini akan semakin buruk,” ucap dia. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here