Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk Positif Covid-19

Pangdam Jaya, Mayjen Eko Margiyono. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pangdam Jaya, Mayjen Eko Margiyono mengatakan pemerintah mengantisipasi sebaran virus coorna atau covid-19 semaksimal mungkin. Salah satunya dengan mendirikan rumah sakit darurat covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat. Hal ini sebagai salah satu upaya menghadapi skenario terburuk dengan pasien positif corona hingga 8.000 orang.

Eko menjelaskan, latar belakang didirikan rumah sakit darurat ini sebagai antisipasi melonjaknya pasien positif covid-19. Jika angkanya melonjak, rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah akan mengalami kapasitas berlebih.”Apabila mengandalkan rumah sakit yang ada jelas tak akan mungkin,” ujar dia saat teleconference di BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

“Hasil simulasi Forkopimda DKI, karena Jakarta paling banyak terpapar oleh virus ini. Skenario terburuk bisa mencapai 6000-8000 orang positif,” imbuh dia. Eko menjelaskan, rumah sakit darurat ini berdiri dan beoperasi atas kerjasama berbagai pihak: Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR Kementerian BUMN, TNI, Polri, PMI dan relawan. Rumah sakit Wisma Atlet Kemayoran resmi dibuka untuk publik pada Senin kemarin pukul 17.30 WIB.

“Sampai saat ini pasien yang diterima di rumah sakit pagi ini 208. Dari hari pertama tanggal 24 pagi ada 74, kemudian pada 25 pagi 178, pagi ini jadi 208 pasien,” papar Eko. Rumah sakit darurat Covid-19 dibangun untuk menangani pasien Covid-19 gejala ringan sampai sedang. Pasien dengan gejala berat ajan dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.

“Kapasitas tersedia saat ini dari dua tower yang disiapkan, tower 7 yang saat ini operasional mampu tampung 1.700 orang sedangkan tower 6 sebanyak 1.300, totak 3.000 orang.Kalau semakin bertambah buruk kita gunakan tower 4 dan 5,” imbuh Eko. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here