Presiden Geser Posisi Sri Mulyani di Tim Gugus Tugas Covid-19

sri mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Ada perubahan dalam susunan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 20 Maret 2020, Presiden Joko Widodo melakukan perubahan itu.

Ketetapan itu menggantikan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang dikeluarkan pada 13 Maret 2020. Terdapat perubahan mencolok dalam susunan tim gugus tugas baru tersebut.

Sri Mulyani Indrawati (menteri keuangan) semula menempati posisi sebagai pengarah dan sekarang menjadi sekretaris pengarah. Ketua pengarah tim tersebut dijabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaa (PMK), Muhadjir Effendy. Sedangkan posisi wakil ketua pengarah diduduki Mohammad Mahfud Md (menko polhukam) dan Terawan Adi Putranto (menteri kesehatan).

Sebelumnya empat menteri di atas menduduki jabatan sebagai pengarah. Artinya, mereka memiliki kedudukan sejajar.

Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah perihal perubahan posisi di tim gugus tugas ini. Praktis, hanya dalam waktu 15 hari, tim gugus tugas ini mengalami perubahan posisi di tim pengarah.

Di samping pengarah, tim juga memiliki organisasi pelaksana. Adapun ketua pelaksana gugus tugas ditempati oleh Letjen TNI Doni Monardo (kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Wakil ketua pelaksana merupakan sekretaris atau sekretaris jenderal kementerian kesehatan, badan usaha milik negara (BUMN), dan pertahanan. Asisten operasi dari panglima TNI dan aisten operasi kapolri juga menjadi wakil pelaksana. Sementara itu pelaksananya terdiri tas 33 kementerian dan tim gugus tugas di provinsi atau kabupaten/kota.

Perubahan posisi itu diharapkan membuat tim bisa bekerja lebih cepat dan efektif. Hal ini berhubungan dengan kenyataan, makin bertambahnya penderita virus corona di Indonesia. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here