Anggota DPR Fraksi NasDem Desak Jokowi Lockdown Jabodetabek

Monumen Nasional (Monas), Jakarta ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Foto : Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan karantina wilayah atau lockdown Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Karantina tersebut untuk meredam penyebaran virus corona (covid-19) di Tanah Air.

Dia menyoroti jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia terus bertambah tiap hari. Per Sabtu (28/3), pasien positif covid-19 telah mencapai 1.115 orang, 102 orang di antaranya meninggal dunia, dan 59 sembuh.

“Berkali-kali saya sudah sarankan untuk menanggulangi wabah covid-19 ini, yaitu dengan mengambil langkah lockdown. Terutama untuk wilayah Jabodetabek dengan kasus positif covid-19 terbanyak dan memiliki tingkat mobilitas orang dan interaksi sosial yang tinggi,” kata Sahroni di Jakarta, Ahad (29/3).

Sahroni mengakui lockdown akan memperngaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tentu, masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling merasakan dampak ekonomi tersebut.

Namun, kata dia, nyawa masyarakat masih sangat penting untuk diselamatkan. Maka itu, pemerintah harus memutuskan segera untuk memutus rantai penyebaran corona. Sahroni memberi beberapa usulan agar lockdown berjalan efektif dan tak merugikan rakyat.

Pertama, pemerintah harus memastikan fasilitas umum, seperti apotek dan supermarket berjalan saat lockdown. Kemudian, pemerintah juga harus menyiapkan bantuan langsung untuk warga tak mampu. Terutama masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja harian.

“Pemerintah harus siap dalam melakukan suplai makanan maupun kebutuhan pokok. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukan pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok secara langsung ke rumah warga hanf benar-benar membutuhkan,” ucap Sahroni.

Dia juga meminta Jokowi bertindak tegas memberi sanksi kepada orang-orang yang berkeliaran saat lockdown. Hal itu bisa meningkatlan kedisiplinan masyarakat.

“Selain itu, dalam masa lockdown tetap dilaksanakan rapid test. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menurunkan sejumlah tenaga medis yang akan mendatangi rumah warga setiap hari,” tutur Sahroni. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here