Penanganan Covid-19, PDIP: Pemerintah Harus Belajar dari Negara-Negara Besar

Petugas memberhentikan bus yang akan masuk ke Kota Padang di perbatasan Jalan Adinegoro, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (31/3/2020). Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan anggaran penanganan wabah Covid-19 Rp405,1 triliun. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen, menilai pemerintah sudah memperhitungkan banyak hal sebelum mengambil keputusan dalam menghadapi krisis kesehatan di Tanah Air.

Dia meminta pemerintah belajar dari negara-negara besar dan modern yang tumbang akibat krisis tersebut, seperti Italia dan sebagai negara Eropa. Pandemi itu menjadi momok bagi masyarakat dunia, jadi semua anggaran harus tepat sasaran.

“Rp405,1 triliun ini bukan angka yang sedikit, tapi uang berapa pun yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 juga akan sia-sia jika tidak ada prioritas, atau salah langkah,” kata anggota Komisi IX DPR itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/4).

Pengawalan dalam situasi krisis kesehatan itu bersifat ekstraordinari. Dia menyebutkan Komisi IX DPR RI akan berkoordinasi dengan instansi dan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah terbaik dalam pengawalan anggaran.

“Yang jelas, berada pada situasi yang membutuhkan kecepatan gerak, sekaligus pengawasan detail dan cermat agar anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini tepat sasaran,” ucap Nabil.

Sebelumnya, Jokowi menyiapkan anggaran penanganan wabah Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif perpajakan dan stimulus KUR, hingga program pemulihan ekonomi.

Sumber pembiayaan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Siatem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here