BP2MI Tegaskan Pekerja Migran Wajib Karantina Mandiri

Sejumlah penumpang kapal dari Port Dickson, Malaysia yang didominasi warga negara Indonesia (WNI) tiba di Pelabuhan Dumai, Riau, Kamis (19/3/2020), pada hari kedua diberlakukannya lockdown di negara Malaysia, Sebanyak 792 orang penumpang kapal didominasi WNI yang diberangkatkan dari tiga pelabuhan di Malaysia pulang ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai pada hari kedua diberlakukannya lockdown di negara tersebut terkait wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/hp.

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) khususnya yang baru pulang dari sejumlah negara terdampak wabah virus corona.

Plt Kepala BP2MI Tatang Budie Utama Razak mengklaim, pihaknya terus memberikan fasilitas kepada para PMI yang pulang ke Indonesia. “Sesuai dengan arahan presiden mengenai penanganan arus masuk WNI, bahwa PMI yang kembali dari luar negeri harus melalui protokol kesehatan yang ketat baik di airport, pelabuhan, maupun pos lintas batas lain,” kata Tatang di Jakarta, Kamis (2/4).

Dia menyampaikan, dalam fasilitasi kepulangan PMI, prinsip utama BP2MI adalah melindungi para PMI yang kembali dari luar negeri dengan tetap harus menjaga kesehatan masyarakat di tanah air. Karena itu, kata dia, BP2MI menekankan pentingnya protokol kesehatan yang ketat.

Dalam hal pengantaran PMI ke daerah asal, juga dilakukan koordinasi dan pemantauan kondisi PMI selama perjalanan. Setibanya di daerah asal PMI, petugas melaporkan kepada perangkat atau dinas setempat dan menyampaikan kepada PMI untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, serta memonitor kesehatannya.

“Kami juga tetap memonitor dan memantau PMI yang pulang dan melakukan karantina mandiri tersebut melalui koordinasi dengan Pemda setempat. Selama menjalankan tugasnya, petugas kami yang memeriksa dan melayani kepulangan PMI juga diwajibkan untuk selalu memakai alat pelindungan diri (ADP),” ujarnya.

Tatang menambahkan, arus pulang PMI dari beberapa negara penempatan terutama dari Malaysia, harus serius untuk dicermati. Hal itu karena ini mengingat banyaknya jumlah PMI yang akan pulang dari negeri Jiran tersebut.

“Saat ini, kami terus memberikan pelayanan dengan berdasarkan pada protokol pelayanan kepulangan PMI dan memantau PMI, baik dari Malaysia melalui wilayah perbatasan di Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan,” tegas dia. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here