DPR: Rakyat Butuh Kabar Gembira dalam Situasi Sulit Ini, Apa Kabar Iuran BPJS?

Kantor Cabang BPJS Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Barat. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah diminta segera mengeluarkan pernyataan resmi tentang pemberlakuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ke tarif lama. Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan kenaikan iuran BPJS, namun pemerintah belum juga bersikap.

“Dalam situasi serba sulit akibat pandemi corona ini, rakyat butuh kabar gembira. Selama ini kan masih belum jelas, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau dari penyelenggara BPJS Kesehatan,” kata anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati, di Jakarta, Kamis (2/4).

Dia mengatakan, pemerintah atau melalui BPJS harus segera menyampaikan tindak lanjut atas putusan MA tersebut. Seharusnya, kata dia, bulan ini sudah dilakukan revisi atau kembali ke iuran yang lama.

“Saya tidak habis pikir, ternyata per 1 April tagihan Iuran BPJS masih dengan tarif yang naik itu,” katanya.

Sementara, keputusan MA bersifat mengikat dan sudah dikeluarkan serta diumumkan pada 27 Februari 2020. Seharusnya sejak pengumuman MA itu, BPJS Kesehatan melakukan persiapan teknis ke iuran lama BPJS, termasuk sistem tagihan daringnya.

diketahui, MA mengabulkan judicial review atas Perpres 75/2020 pada awal Maret 2020, menyusul gugatan yang diajukan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI). Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2020.

Perpres yang digugat itu mengatur kenaikan dua kali lipat iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020. Dengan Pepres itu, iuran peserta kelas mandiri I melonjak dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 per bulan.

Lalu, kelas mandiri II naik dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 per bulan. Sedangkan kelas mandiri III naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 per bulan.

Namun, Mufida mempertanyakan sejak Januari hingga Maret, para peserta BPJS Kesehatan telah membayar sesuai tarif baru tersebut. “Dengan keputusan MA itu, bagaimana kelebihan bayar selama tiga bulan yang lalu?” ujarnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here