Kemenag: Pengembalian Dana Jemaah Tunggu Kepastian dari Arab Saudi

Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr Muhammad Salih bin Taher Banten. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen PHU Kemenag, Arfi Hatim menjelaskan, adanya kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menunda kontrak layanan haji 1441H/2020M. Dan untuk menghindari kerugian bagi semua pihak, Kemenag telah mengatur mekanisme pengembalian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau Bipih Khusus ke Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK). Menurut Arfi, selama masa pelunasan ini, PIHK sudah bisa mengirim surat pengajuan pengembalian Bipih Khusus ke Ditjen PHU.

Namun, proses pengembaliannya dari BPKH ke PIHK akan dilakukan setelah ada kepastian dari Saudi. Pengembalian Bipih Khusus dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke PIHK ditangguhkan sampai ada keputusan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentang kepastian penyelenggaraan haji tahun ini.

“Kami akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan demi kemaslahatan semua pihak,” kata Arfi Hatim dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4).

Ia mengatakan, dana Bipih yang disetor jemaah haji khusus disimpan dalam rekening BPKH. “Setelah melalui mekanisme pengajuan, dana tersebut akan dikembalikan ke PIHK,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia, Kemenag akan memperpanjang pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus 1441H/2020M tahap kesatu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Ditjen PHU telah menerbitkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih Khusus.

“Kami merespons aspirasi dari semua pihak untuk memperpanjang masa pelunasan Bipih Khusus untuk kali kedua. Awalnya, pelunasan tahap kesatu Bipih Khusus dibuka 16 – 27 Maret, lalu diperpanjang sampai 3 April, sekarang, masa pelunasan kembali diperpanjang lagi sampai 30 April 2020,” katanya.

Kemenag juga meminta agar jemaah haji khusus dapat mengoptimalkan proses pelunasan melalui mekanisme tanpa tatap muka yang telah disepakati antara PIHK/jemaah haji khusus dengan BPS Bipih Khusus. Arfi menjelaskan, Kuota Haji Khusus tahun ini berjumlah 17.680. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here