Seluruh Atlet Angkat Besi Thailand dan Malaysia Dilarang Ikut Olimpiade Tokyo

Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Olympic.orga

Indonesiainside.id, Jakarta – Para atlet angkat besi Thailand dan Malaysia dilarang ikut Olimpiade Tokyo setelah federasi angkat besi dunia (IWF), menemukan kasus doping kedua negara tersebut. Akibat larangan itu terjadi perubahan jadwal atas pesta olahraga akbar empat tahunan itu, demikian dilansir laman resmi IWF, Sabtu (4/4) malam.

IWF juga menjatuhkan denda senilai 200 ribu dolar AS kepada federasi angkat besi Thailand (TAWA), yang sebelumnya secara sukarela juga sudah absen dari berbagai ajang internasional termasuk Olimpiade Tokyo karena temuan doping tersebut. Kendati demikian TAWA dan federasi angkat besi Malaysia (MWF) masih diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan banding atas hukuman tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari ke depan.

Delapan lifter Thailand termasuk dua juara bertahan Olimpiade ditemukan positif menggunakan zat terlarang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu. Hukuman IWF terhadap Thailand berlaku selama tiga tahun dan akan ditinjau ulang pada 7 Maret 2022 jika TAWA bisa memperlihatkan perubahan menyesuaikan regulasi.

Sedangkan bagi Malaysia, hukuman larangan tampil berlaku selama satu tahun dan akan ditinjau ulang pada 1 Oktober 2020. Sebelumnya, seluruh pimpinan TAWA mengundurkan diri kurang dari sebulan setelah dugaan penyalahgunaan doping terhadap lifter usia junior yang muncul dalam serial dokumenter di televisi Jerman. (MSH/ANT)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here