Warkop Buka Lagi, Penikmat Kopi di Banda Aceh Diminta Budayakan Take Away

Warung Kopi
Ilustrasi Warung Kopi (warkop). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Banda Aceh – Kendati kebijakan warung kopi (warkop) diperkenankan dibuka kembali, para pengusaha kedai kopi diharapkan tetap melayani pengunjung dengan dengan sistem bungkus atau take away. Pernyataan itu diucapkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, usai mempertimbangkan dampak perekenomian masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Kebijakan ini kita ambil agar perekonomian masyarakat tetap hidup. Namun yang perlu diingat adalah tidak boleh berkumpul massa. Saya minta pemiliki warung tetap menerapkan take away. Kalaupun disediakan kursi, jaraknya harus diatur minimal 1,5 meter agar physical distancing yang kita jalankan berjalan maksimal,” ujar Aminullah, Senin (6/4).

Amiullah mengakui bahwa pihaknya memang pernah mengambil kebijakan untuk menutup lokasi-lokasi keramaian yang kerap dikunjungi masyarakat, seperti cafe, warung kopi, tempat karaoke, wahana permainan anak dan pusat hiburan lainnya. Hal tersebut dilakukan pasca-instruksi oleh Plt Gubernur Nova Iriansyah kepada Wali Kota Banda Aceh pada 22 Maret lalu sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus corona (covid-19).

Oleh karena itu, Aminullah mengimbau kepada para pengunjung warkop, baik yang stay maupun take away selalu memakai masker. Selain itu, dia mengatakan akan mengerahkan petugas ke lapangan untuk memantau dan terus mensosialisasikan physical distancing (menjaga jarak interaksi).

“Mari kita patuhi semua imbauan pemerintah, karena imbauan tersebut dikeluarkan untuk keselamatan bersama.
Terima kasih atas perhatian dan kepatuhan masyarakat kota terhadap kebijakan dan imbauan yang telah berjalan selama ini”.

“Alhamdulillah, dengan partisipasi masyarakat mematuhi setiap imbauan pemerintah, hingga saat ini tidak ada penambahan angka warga kota yang positif Covid-19. Bahkan PDP yang dinyatakan negatif semakin bertambah.
Tentunya ini harus kita syukuri sembari terus berdoa kepada Allah SWT dan berikhtiar,” ujarnya.

Berdasarkan amatan Indonesiainside, Ahad (5/5) malam, suasana warkop di Banda Aceh mulai hidup kembali usai mati suri. Namun, yang sangat dikhawatirkan para pengunjung di beberapa kedai kopi masih belum menerapkan sistem jaga jarak saat nongkrong menikmati kopi.

Selain itu, para pengunjung juga masih banyak tidak menggunakan masker saat berinteraksi. Ditambah lagi, pemilik warkop belum menerapkan jarak antar tempat duduk pengunjung, belum menyediakan tempat untuk mencuci tangan khusus, dan juga belum menyediakan hand sanitizer di tempat usahanya. Padahal, hal tersebut salah satu persyaratan yang diatur pemerintah daerah agar penyebaran Covid-19 di Aceh bisa ditahan. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here