Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan Ditunda, KSPI Batal Aksi Besar-Besaran

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengapresiasi pernyataan resmi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghentikan/menunda pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan selama pandemi corona. Dengan demikian, aksi besar-besaran yang rencananya akan digelar akhir April batal dilaksanakan.

“Maka dengan demikian, serikat buruh dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi aksi pada tanggal 30 April di kantor Kemenko Perekonomian,” kata Presiden KSPI Said Iqbal, dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Menurur Iqbal, Jokowi telah mendengarkan pandangan semua pihak termasuk masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia. “Keputusan Presiden Jokowi inilah momentum bagi kita semua termasuk kaum buruh untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan Covid-19 dan menfatur strategi bersama mencegah darurat PHK pasca pandemi corona,” kata Iqbal.

- Advertisement -

Bahkan, menurut Iqbal, Presiden Jokowi setuju untuk membahas ulang klaster ketenagakerjaan dengan melibatkan serikat pekerja/serikat buruh. “Hal ini tercermin dari pernyataan presiden yang menyatakan akan mendengarkan pandangan semua pemangku kepentingan,” katanya.

Sebab, tambahnya, pembahasan ulang draft RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Dan pembahasan tersebut efektif dilakukan setelah pandemi corona selesai,” kata dia.

Jokowi menyatakan menunda pembahasan draf Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Jokowi telah menyampaikan kepada DPR untuk menunda pembahasan tersebut.

“Kemarin pemerintah telah menyampaikan kepada DPR dan saya juga mendengar Ketua DPR sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini pembahasannya ditunda, sesuai dengan keinginan pemerintah,” ujar Jokowi melalui keterangan tertulis, Jumat.

Dia mengatakan bahwa dengan penundaan tersebut, pemerintah bersama DPR memiliki waktu yang lebih banyak untuk mendalami substansi dari pasal-pasal yang berkaitan. “Ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalami lagi substansi dari pasal-pasal yang terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan,” ujar dia.(PS)

Berita terkini

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Roadmap Program Pelatihan Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong Belum Lengkap

Indonesiainside.id, Jakarta--Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong belum memberikan roadmap program persiapan timnas senior. "Dia sudah memberikan roadmap (peta jalan) untuk...

Malaysia Tangguhkan Pilot Berlisensi Pakistan, Terkait Pemalsuan Kualifikasi

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Regulator penerbangan Malaysia untuk sementara menangguhkan pilot yang dipekerjakan oleh maskapai domestik yang memegang lisensi Pakistan. Hal ini dilakukan setelah...

Kalah dari Sheffield United, Mourinho Cari Kambing Hitam

Indonesiainside.id, London--Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho mempertanyakan mentalitas para pemain setelah menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Sheffield United, Jumat (3/7) dini hari...

Berita terkait

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Penumpang Garuda Indonesia Meninggal dalam Penerbangan Setelah Sesak Napas

Indonesiainside.id, Jakarta - Garuda Indonesia memberikan penjelasan tentang seorang penumpangnya yang meninggal pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi - Batam - Merauke...

Ormas Lintas Agama Serukan Tolak RUU HIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu...

Update Covid-19: Bertambah 1.301 Kasus, Pasien Meninggal 3.036 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan kasus orang positif Covid-19 sedang berada di angka tinggi-tingginya. Hingga hari ini kasus Covid-19 masih di atas 1.000 kasus. Juru...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here