Pendaftar Kartu Prakerja Capai 8,4 Juta Orang

Ilustrasi pendaftaran Kartu Prakerja. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebanyak 8,4 juta orang mendaftar dalam program kartu prakerja. Sementara alokasi anggaran yang disediakan pemerintah untuk program ini hanya sebesar Rp20 triliun, yaitu untuk 5,6 juta peserta.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, gelombang pertama pendaftaran telah ditetapkan sebanyak 168.000 orang peserta pelatihan prakerja secara daring dan sudah menerima dana pelatihan masing-masing sebesar Rp1 juta.

“Dana tersebut bisa dipakai untuk memilih jenis pelatihan sesuai kebutuhan dengan harga yang kompetitif dari 2.000 jenis pelatihan yang disediakan 233 lembaga pelatihan,” jelas Denni, dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/4).

Denni menjelaskan, bagi peserta yang sudah mendapatkan dana pelatihan bisa menggunakannya sebelum tanggal 31 Desember nanti. Setelah peserta selesai pelatihan yang pertama, bisa mengajukan insentif setelah pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan yang akan ditransfer ke rekening bank peserta.

Peserta juga akan mendapatkan dana tambahan Rp150.000 untuk pengisian kuisioner setelah pelatihan sehingga total tiap peserta mendapatkan dana Prakerja sebesar Rp3.550.000.

“Insentif (Rp600.000 per bulan selama 4 bulan) bisa dipakai untuk membeli berbagai kebutuhan seperti beras, bayar listrik, beli pulsa, dan lainnya. Ini yang disebut oleh Presiden sebagai semi bansos,” urai Denni.

Dia menambahkan, pada gelombang kedua penerimaan yang prosesnya sudah selesai minggu lalu, akan ada 288.000 orang peserta pelatihan. Untuk kloter ketiga nanti sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, akan dicoba untuk menerima hingga 600.000 peserta pelatihan.

“Kami mohon agar masyarakat bersabar, karena jumlah pendaftar 8,4 juta orang jauh lebih besar dari yang dapat didanai pemerintah,” ungkap Denni.

Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat memiliki rasa toleransi dengan lebih mengutamakan kesempatan pelatihan terlebih dahulu kepada yang perekonomiannya benar-benar terdampak virus corona.

“Bagi yang belum masuk di gelombang kedua, tidak usah khawatir karena bisa bergabung di gelombang ketiga hingga gelombang 30 pada November minggu keempat mendatang,” kata Denni. (Aza/AA)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here