Habib Bahar Ditahan karena Dugaan Ini

Habib Bahar bin Ali bin Smith (tengah). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pendakwah Habib Bahar bin Smith kembali berurusan dengan aparat kepolisian. Dia dijemput dari kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin kawasan Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Habib Bahar diduga ditahan karena melakukan kegiatan ceramah di mana dihadiri ratusan massa pendukungnya. Padahal pemerintah melarang masyarakat atau siapapun mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian atau kerumunan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Sepertinya (begitu karena melanggar physical distancing), tapi ana (saya) belum bisa pastikan. Ini sedang OTW (on the way/perjalanan menuju) Lapas,” ujar kuasa hukum Habib Bahar, Ikhwan Tuan Kota, kepada Indonesiainside.id, Selasa (19/5).

Habib Bahar dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Pamulang, Banten. Informasi tersebut ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial, kabar ditangkapnya kembali Habib Bahar juga dikonfirmasi ketua umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212). “Kabar dari santrinya begitu,” ujarnya, singkat, saat dikonfirmasi.

Dalam video yang beredar, Habib Bahar tampak menggelora memberikan ceramah di hadapan ratusan pendukungnya. Salah satunya Habib Bahar menyampaikan bahwa dia tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran selama masih terjadi ketidakadilan dan kezaliman.

“Saudara-saudara baru sore tadi saya bebas, tapi selama mata saya masih melihat kemungkaran, penderitaan rakyat dan kesusahan rakyat, demi Allah, saya tidak akan pernah bungkam,” ujarnya dengan suara lantang.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris mengingatkan bahwa kegiatan dakwah itu dinilai mengundang massa. Sehingga itu dapat menjadi pelanggaran dalam PSBB.

“Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak,” kata Aris seperti dilansir Antara.

Kemudian, kata dia, petugas juga mengingatkan kepada Bahar agar tidak kembali mengulang kegiatan yang mengundang massa. Selain itu, Bahar juga diminta untuk mengimbau para jemaahnya agar turut membantu pencegahan Covid-19.

“Ya melanggar khusus secara administratif, karena PSBB kan tidak boleh mengumpulkan massa. Kita mengingatkan supaya tidak diulang lagi,” kata dia.

Dia juga menyampaikan, apabila Bahar kembali melakukan kegiatan yang dinilai melanggar, maka dapat berpotensi dicabutnya status asimilasi. “Bisa kami tinjau, apakah dicabut atau gimana (asimilasinya), kalau diingatkan gak denger, ya kan maksudnya udah berbeda. Kami gak mau juga berlama-lama ngurus hal begitu,” kata dia.(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here