Pengamat: Nadiem Bisa Jalankan Gojek di Daerah Terpencil, Kenapa di Kementerian Kesulitan?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, Gojek berhasil merevolusi industri transportasi ojek. Semua ide itu berawal dari Nadiem Anwar Makarim.

Namun, ide-ide cemerlang yang dimiliki Nadiem itu dinilai tak terlihat selama enam bulan menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud).

“Sebagai orang IT, Nadiem sudah bisa menjalankan Gojek di daerah-daerah yang hitungannya terpencil. Contohnya, di Kalimantan Gojek sudah ada di sana. Tapi kenapa di kementerian yang anggarannya dari APBN justru kesulitan?” ujar pemerhati dan praktisi pendidikan 4.0, Indra Charismiadji,  kepada Indonesiainside.id, Jumat (22/5).

Dalam masa pandemi, Nadiem mengakui bahwa hasil Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum optimal. Nadiem justru lebih memilih melihat hikmah di balik seluruh proses PJJ selama pandemi ini. Sebab, ada metode baru yang bisa digunakan sebagai jalan tengah.

Menurut Indra, seharusnya ini adalah suatu hal yang sederhana. Ia pun mulai bertanya apakah seorang Nadiem Anwar Makarim benar-benar memiliki pemikiran ide bisnis transportasi Gojek? Atau ada orang lain di belakangnya yang mencetuskan ide itu?

“Karena tidak terlihat tipikal milenial, pengusaha pun juga tidak terlihat,” ungkapnya.

Selain itu, nawasan nusantara Nadiem menurutnya juga perlu dipertanyakan. Hal ini berawal dari ketidaktahuan lulusan Harvard Business School itu bahwa sejumlah daerah di Indonesia masih belum dialiri listrik.

“Saya mulai mempertanyakan, jangan-jangan merah putihnya tidak ada. Kalau mendikbud pintar dan cerdas, ok. Tapi kalau merah putihnya tidak ada maka tidak cocok menjadi seorang menteri,” katanya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here