Tak Serius Laksanakan Perjanjian Damai Helsinki, Jokowi Disurati Petinggi GAM

Tokoh Intelijen Senior, Suhendra Hadikunto (kiri) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar (kedua dari kanan). Foto: Ist

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkoordinasikan sejumlah hal. Surat bernomor 01/HI/V/2020 tertanggal 19 Mei 2020 dikirim pada Jumat (22/5) pukul 10 pagi.

Menurut sumber internal Indonesiainside.id, surat itu diantar langsung oleh eks-kombatan GAM dan diterima oleh staf Sekretariat Negara.

Meski sudah dicapai perjanjian damai antara Pemerintah RI dan GAM melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2006. Namun hingga kini hubungan Aceh dengan pemerintah pusat terus mengalami pasang-surut.

Tak Serius Laksanakan Perjanjian Damai Helsinki, Jokowi Disurati Petinggi GAM
Tanda terima surat yang dikirim GAM ke Setneg. Foto: Ist

Puncaknya terjadi ketika para mantan petinggi GAM berikrar untuk kembali mengangkat senjata bila semua kesepakatan dalam MoU Helsinki tidak dilaksanakan.

Ikrar itu dilakukan dalam acara peringatan hari ulang tahun almarhum mantan pimpinan tertinggi GAM, Hasan Tiro, 27 Mei 2019 di Aceh.

Presiden Joko Widodo pun meresponsnya positif dengan membentuk Tim Percepatan Implementasi Perjanjian Damai Helsinki, dan pada 13 Februari 2020. Mantan gubernur DKI Jakarta itu kemudian menunjuk Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua tim sekaligus menginstruksikan agar dalam waktu tiga bulan permasalahan yang dikemukakan GAM semuanya selesai.

Namun informasinya, hingga tiga bulan berlalu belum ada kemajuan signifikan dari tim tersebut. Dalam keterangan tertulisnya disebutkan, Itulah yang menyebabkan  para mantan petinggi GAM berkirim surat ke Presiden Jokowi.

“Semoga Pak Jokowi cepat membaca surat tersebut,” kata petinggi GAM yang tak mau disebut namanya, Sabtu (23/5). (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here