Alissa Wahid Ungkap Kondisi Istana saat Gus Dur Dimakzulkan

gus dur
Mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Foto: Ist

Indonesiainside.id, Jakarta – Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida atau Alissa Wahid adalah putri sulung Mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur. Di akun twitter resminya, Alissa Wahid membagikan pengalamannya saat ayahnya ingin dimakzulkan dari jabatan presiden yang didudukinya, saat itu.

“Dulu di istana, saya disuruh Gus Dur membawa Ibu & adik-adik pulang ke Ciganjur. Keadaan sudah bahaya, biar Bapak hadapi sendiri saja di istana,” ujar Alissa Wahid, di akun twitter-nya, Rabu (27/4).

“Karena ingat nasib Bung Karno, saya melawan. Eyel-eyelan. Apapun yang terjadi, kalaupun Bapak ditangkap, kami akan ikut. He would not be alone,” kata Alissa.

Alissa juga mengaku mendengar Info moncong panser yang sudah mengarah ke istana. Kata Alissa, Saat itu Gus Dur bilang beliau tidak bisa tenang kalau keluarga Gus Dur tetap ada di istana. Apalagi cucu pertama Gus Dur, bayi Alissa, baru berumur 40 hari.

“Tapi kisah Bung Karno menghantui saya. Makanya saya ngeyel nangis tidak mau pergi,” ucap Alissa.

“Saya terus membayangkan Bung Karno sendirian, keluarganya sulit menjenguk, tidak terawat dengan baik. Saya tidak ingin itu terjadi pada Gus Dur,” imbuh Alissa.

Menurut Alissa, kalau saat itu Gus Dur kalah secara politik dan harus diasingkan. Dirinya dan keluarga Gus Dur harus tetap bersama Gus Dur.

“Alhamdulillah tak terjadi. Rakyat membanjiri istana, bertekad lindungi Gus Dur. Lalu Beliau umumkan akan keluar dari istana,” tutur Alissa.

“Besoknya, ribuan rakyat menjemput & mengawal Beliau keluar lewat gerbang depan istana, menuju panggung rakyat di Monas. Kalah politik, tetap bermartabat,” sambung Alissa.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Gus Dur, pernah bilang bahww pemakzulan terhadap Gus Dur bukan disebabkan persoalan hukum kasus Brunei dan Bulog, seperti yang dituduhkan selama ini. Hal itu terbukti dengan putusan pengadilan.

Selain itu, kata Luhut, tidak ada konstitusi yang dilanggar oleh Gus Dur. Menurut Luhut, lengsernya Gus Dur lebih kepada persoalan politik saat itu.

“Saya lihat tidak ada aspek korupsi karena pengadilan sudah memutuskan tidak. Beliau juga tidak melanggar konstitusi. Nah oleh karena itu, saya lihat pelengseran itu menyangkut masalah politik,” ucap Luhut. (MSH)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here