Wapres Ingatkan Masyarakat untuk Patuhi Protokol Kesehatan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di tatanan baru atau new normal ebih berat dibanding masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kita memang sekarang sudah dalam suasana transisi untuk memasuki new normal itu. Situasi ini lebih sulit daripada kemarin (PSBB) bagi masyarakat,” kata Wapres dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/6).

Menurutnya, masa penerapan PSBB membuat sebagian besar masyarakat menghentikan kegiatannya sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun, sejumlah warga harus memulai kembali kegiatannya untuk bekerja, ketika masa transisi dari PSBB menuju normal baru.

“Dalam rangka menjaga social distancing, karena kemarin itu kan belajar, ibadah dan bekerja dari rumah, itu relatif lebih mudah dibandingkan ketika kita mulai berada dalam kegiatan-kegiatan,” ucapnya.

Adanya sejumlah kegiatan terbatas tersebut menyebabkan potensi penularan Covid-19. Oleh karena itu, Wapres meminta masyarakat untuk lebih menaati protokol kesehatan di masa transisi maupun di era normal baru nanti.

“Sebab kalau tidak, ini bisa menimbulkan transmisi Covid-19 bisa meningkat lagi. Jadi sekarang ini relatif sudah bisa terkontrol, sehingga kita bisa memasuki new normal itu. Kuncinya, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, ekonomi juga menjadi tantangan lain yang harus dikerjakan bersama, kata Ma’ruf, karena produktivitas selama masa PSBB menjadi terhenti. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diatasi sejak dini supaya tidak berkelanjutan menjadi krisis ekonomi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here