Seperti Jakarta, Umat Islam Solo Tolak RUU HIP dan Bakar Atribut PKI

Ilustrasi.

Indonesiainside.id, Jakarta – Tak hanya di Jakarta, kota-kota besar di daerah, seperti Solo juga menunjukan sikap dan aksi penolakannya terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Dalam aksinya, mereka membakar berbagai atribut dan spanduk berlatar belakang warna merah dengan logo palu arit khas Komunis.

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyatakan menolak upaya semua pihak untuk menyetujui RUU HIP ini menjadi UU. Karena Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara tidak bisa dan tidak diperlukan diatur dalam UU.

“RUU HIP adalah kudeta ldeologi bangsa Indonesia karena mendorong penafsiran Pancasila sebagai ideologi tertutup sebagaimana terjadi sebelum era reformasi,” kata ketua DSKS, Muinunidillah dalam keterangan yang diterima, Senin (15/6).

Dia berpendapat, RUU HIP tidak diperlukan karena interpretasi Pancasila sudah termaktub dalam UUD 1945 mulai dari Pembukaan dan Batang Tubuh. Sebaliknya, RUU HIP memberikan landasan hukum dan peluang menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara sekuler yang mengabaikan nilai-nilai agama sesuai syari’at.

Salah satunya dengan mengambil pokok Pancasila Ketuhanan yang Berkebudayaan dan menjadikan sendi pilar Pancasila adalah Keadilan Sosial. Dengan begitu, kata dia, sama saja menafikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibagikan atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Kami mengajak seluruh komponen bangsa bersatu padu menyelamatkan bangsa Indonesia dari penjajahan ldeologi dan mengembalikan tata kelola berbangsa dan bernegara sesuai konsensus nasional pendiri bangsa,” ujarnya.

Sebelumnya, massa dari Dewan Syariah Kota Surakarta atau DSKS memadati Bundaran Gladak Solo untuk mengikuti aksi demo menolak Rancangan Undang-undang Halauan Ideologi Pancasila (HIP), Ahad (14/6). Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.45 WIB. Unjuk rasa dimulai dengan konvoi dari Stadion Sriwedari kemudian melintasi Jl Slamet Riyadi. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here