Sultra Ricuh, DPR: Siapapun yang Masukin TKA Harus Introspeksi Diri

Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Harmoni Media

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi kericuhan yang terjadi di Sulawesi Tenggara pada Rabu (24/6) dini hari. Kericuhan itu dipicu penolakan masyarakat terhadap kedatangan 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke Sulawesi Tenggara.

“Seharusnya semua pihak menahan diri, semua pihak mengintrospeksi diri, terutama bagi yang memasukin tenaga kerja. Kalau sudah terlihat penolakan begitu banyak, seharusnya ya introspeksilah,” ucap Dasco di Jakarta, Kamis (25/6).

Dia menjelaskan, introspeksi diri itu penting untuk menghindari kericuhan makin meluas. Kericuhan bisa diredam dengan berbagai cara, di antaranya mengurangi jumlah TKA yang akan masuk ke Indonesia. Pemerintah juga bisa melakukan sosialisasi secara massif.

“Kalau sudah ricuh begini kan semua repot,” ucap Dasco. Dia menekankan, saat ini menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat jauh lebih penting daripada investasi. “Kita bukan tidak memikirkan investasi. Tapi soal keamanan, soal ketenteraman, soal masyarakat banyak, itu juga penting,” ucap dia.

Dasco menuturkan, jika kedatangan 156 TKA Cina itu dinilai cacat prosedur, ia meminta agar segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. “Kalau DPRD menemukan itu (cacat prosedur), ya tindak lanjuti dong, kan gampang itu kalau benar,” ucap dia.

Masyarakat Sutra berunjuk rasa menolak kedatangan 500 TKA Asal Cina di simpang empat menuju Bandara Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Massa juga melalukan aksi sweeping kepada setiap pengendara, khususnya roda empat yang keluar dari bandara.

Unjuk rasa itu berujung ricuh. Aparat keamanan berupaya membubarkan massa dengan water canon dan gas air mata, sementara massa melempar batu ke arah aparat. (SD/ ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here