Panduan Penyembelihan Hewan Kurban: Panitia dan Warga Jangan Berdesakan

hewan kurban
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan memeriksa kesehatan sapi saat pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban di pasar hewan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019). ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Indonesiainsie.id, Jakarta – Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah, kecuali di tempat-tempat yang ditetapkan belum aman dari penularan Covid-19 oleh pemerintah daerah.

Adapun tata cara penyembelihan hewan diatur dalam panduan yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan mencakup penerapan protokol kesehatan. Sebelum penyembelihan hewan kurban, suhu tubuh orang-orang yang terlibat diukur untuk memastikan mereka sehat dan panitia dilarang berdesakan.

Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. Penyelenggara harus mengatur kepadatan lokasi penyembelihan, mengatur jarak antarorang saat pemotongan korban, dan menyampaikan langsung daging kurban ke rumah warga atau mustahik.

Anggota panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan, harus dibedakan. Setiap anggota panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.

Penyelenggara penyembelihan hewan kurban diminta agar:

  1. Tidak menyentuh mata
  2. Tidak menyentuh hidung
  3. Tidak menyentuh mulut
  4. Tidak menyentuh telinga
  5. Sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan
  6. Memperhatikan etika batuk, bersin, dan meludah
  7. Membersihkan diri sebelum bertemu keluarga

Menurut panduan dari kementerian, pembersihan dan disinfeksi harus dilakukan pada tempat penyembelihan hewan kurban dan seluruh peralatan yang digunakan sebelum dan sesudah kegiatan.

Penyelenggara selain itu diminta menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Kemenag meminta aparat Kantor Wilayah Kementerian Agama tingkat provinsi hingga kecamatan bersinergi dengan instansi terkait lain untuk menyosialisasikan panduan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban serta mengawasi penerapan protokol kesehatan dalam kedua kegiatan ibadah tersebut.

Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/ 2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19, yang ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, Selasa.

“Edaran ini diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru,” kata Fachrul dalam siaran persnya. (Aza)

Berikut panduan lengkap pelaksanaan ibadah Idul Adha dan pelaksanaan kurban dari Kemenag: 

1. Tempat penyelenggaraan kegiatan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-l9 oleh Pemerintah Daerah/ Gugus Tugas Daerah;

2. Penyelenggaraan shalat Idul Adha tahun 1441 H/ 2020 M dibolehkan untuk dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan persyaratans ebagai berikut:

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu di atas 37,5 derajat celsius dalam dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;

g. Mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;

h. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah Jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;

i. Penyelenggara memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan shalat Idul Adha yang meliputi:

  • Jamaah dalam kondisi sehat;
  • Membawa sajadah/alas shalat masing-masing;
  • Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tanganmenggunakan sabun atau hand sanitizer
  • Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
  • Menjaga jarak antar jamaah minimal 1 (satu) meter;

Menghimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha bagi anak-anak dan warga tanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

Penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi:

  • Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik;
  • Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban;
  • Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;
  • Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi:

  • Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas;
  • Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;
  • Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;
  • Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau¬†hand sanitizer
  • Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;
  • Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

Sementara penerapan kebersihan alat, meliputi:

  • Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;
  • Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here