Penumpang Garuda Indonesia Meninggal dalam Penerbangan Setelah Sesak Napas

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Garuda Indonesia memberikan penjelasan tentang seorang penumpangnya yang meninggal pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi – Batam – Merauke – Fiji pada hari Selasa lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan Garuda Indonesia telah menjalankan prosedur penanganan penumpang yang meninggal di dalam pesawat sesuai aturan yang berlaku.

“Penumpang berkewarganegaraan Fiji tersebut, meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen,” jelas Irfan, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat(3/7).

Dia mengatakan bahwa sebelum melaksanakan penerbangan, penumpang tersebut telah menjalankan prosedur pemeriksaan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif Covid-19.

Irfan menjelaskan bahwa jenazah penumpang tersebut sudah dievakuasi ketika pesawat transit di Bandara Hang Nadim Batam.

“Proses evakuasi dilakukan dengan mengacu pada prosedur protokol kesehatan yang dijalankan secara menyeluruh dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam,” ungkap Irfan.

Dia menjabarkan bahwa sesuai dengan prosedur protokol kesehatan penerbangan, Garuda Indonesia juga melaksanakan proses disinfeksi di kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku.

Disamping itu, seluruh awak pesawat yang bertugas telah melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk menjalankan prosedur pemeriksaan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSKI Pulau Galang dengan hasil negatif Covid-19.

Irfan menjelaskan bahwa penerbangan GA 8820 yang diberangkatkan dari New Delhi pada pukul 21.45 waktu setempat pada hari Selasa lalu merupakan penerbangan charter dalam rangka repatriasi 112 orang warga negara Fiji dari New Delhi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here