Eijkman: Virus Corona Bertahan 8 Jam di Udara

virus corona
Ilustrasi bentuk virus corona. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, mengatakan, virus corona dapat bertahan hingga 8 jam di udara. Ini sejalan dengan pengakuan organisasi kesehatan dunia (WHO) bahwa corona dapat menyebar di udara.

“Dia (corona) di udara bisa bertahan sampai 8 jam. Yang keluar dari mulut kita, hidung kita, adalah droplet, tapi ini sudah diketahui sejak lama bahwa droplet itu kalau keluar ukurannya besar. Tapi begitu dia terbang, sebagian air yang ada di droplet itu akan menguap. Makin lama dia di udara, kadar airnya akan menurun jadi partikelnya akan makin kecil,” kata Amin di Jakarta, Ahad (12/7).

Atas dasar itu, Amin mengimbau setiap ruangan, baik perkantoran maupun rumah, memiliki ventilasi udara yang baik. Kemudian, ia pun mencontohkan standar yang dilakukan rumah sakit untuk melakukan perputaran udara.

“Sebaiknya ada ventilasi. Jadi ada jendela yang dibuka, biar ada perputaran udara segar yang masuk di RS ada standarnya. Setiap ruangan itu ada harus ada perputaran udara sekian persen setiap jam, ada takarannya,” ucap Amin. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here