MPR Ogah Turuti Permintaan PA 212 Bubarkan BPIP

Arsul Sani
Politikus PPP, Arsul Sani. Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta –  Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, menolak permintaan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dia menyebut BPIP masih diperlukan, karena masih menjalankan fungsi pembinaan ideologi pancasila.

“Sepanjang kerja-kerja pembinaanya tidak menimbulkan tafsir-tasir atau pemahaman pancasila yang kontroversial, seperti Ekasila dan Trisila, saya kira enggak masalah,” kata politikus PPP itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/7).

Arsul mengaku tetap menghargai tuntutan yang disampaikan PA 212. Namun, dia menegaskan banyak juga elemen masyarakat lain yang mendukung keberadaa BPIP. Dia mencontohkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mendukung BPIP. Dukungan itu bisa dilihat saat PBNU mengusulkan perubahan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) menjadi RUU BPIP.

“Kita hormati saja. Itu kan bukan satu-satunya pendapat di tengah masyarakat,” ujar Arsul. Arsul lalu menyebut Fraksi PPP di DPR RI akan mengikuti pembahasan RUU BPIP. Setalah ada aspirasi dari masyarakat, PPP baru akan mengambil sikap terkait RUU yang diajukan pemerintah itu.

Sebelumnya, dalam rekomendasi hasil musyawarah Nasional II PA 212 meminta agar BPIP dibubarkan. Munas itu digelar di Sentul, Bogor, Sabtu (18/7).

“Segera berupaya memulangkan Habib Rizieq Shihab, menolak Perppu corona, menuntut pembubaran BPIP,” kata Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, melalui pesan singkat. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here