MUI Nilai Protokol Kesehatan Masih Sebatas Teori

Wakil Sekretaris MUI, Zaitun Rasmin. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta —Ketua Satgas Covid-19 MUI Pusat KH Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan, kesadaran masyarakat Indonesia terkait pencegahan penularan covid-19 ini masih sangat rendah. Semua protokol kesehatan hanya sebatas teori.

“Kita ingin mengingatkan bahwa keadaan di negeri kita akan lebih panjang dan lebih banyak korban kalau kita semakin tidak waspada dan menganggap biasa, banyak yang tidak peduli memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sudah ada berita gembira di awal Juni itu sekarang berubah lagi, termasuk Jakarta,” kata Zaitun dalam keterangan kepada redaksi Indonesiainside.id, Rabu (29/7).

Melihat kondisi Wuhan di China sebagai kota pertama yang mendeteksi adanya virus corona,  saat ini sudah dalam kondisi membaik dan tidak terlalu membahayakan. Hal ini dikarenakan tingkat kepatuhan masyarakat yang tinggi, sehinga dengan ‘lockdown’ tiga bulan Wuhan mampu menekan angka kekahwatiran penyebaran Covid-19.

“Saat ini, angka penyebaran Covid-19 di masyarakat semakin tinggi, sudah menembus angka 100 ribu. Sudah lebih tinggi dari negara yang pertama kali, kita sudah di atas 100 ribu dan kematian sudah mendekati angka 4000 orang, tentu saja ini angka yang besar,” ujarnya.

Ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu menekan laju penyebaran virus ini, dan sama-sama menyadari bahwa covid-19 ini berbahaya. “Memang kalau sudah terjadi tidak bisa lepas dari takdir, tapi sebagai umat Islam, kita harus melakukan ikhtiar, dan inilah yang dilakukan MUI agar umat dapat bukan saja terhindar dari Covid-19, tapi juga menjadi contoh bagi yang lainnya baik di negeri ini maupun tempat lain tentang bagaimana kita berinteraksi dan menghadapi Covid-19 ini,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here