Penipuan dengan Modus Baru, Logam Mulia Senilai Rp148 Juta Raib

Salah Satu Penipu saat diminta foto oleh korban.

Indonesiainside.id, Jakarta – Seorang kurir logam mulia, Azman, menjadi korban penipuan dengan modus transaksi logam mulia di dalam rumah. Pria yang berdomisili di Jatiwara, Bekasi itu awalnya tak menyangka jika menjadi korban penipuan.

Kepada Indonesiainside.id, dia menceritakan  bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat sore (24/7) di Legenda Wisata Cibubur Blok H10 / No. 05. “Konsep jualan kami hanya melayani COD atau bayar di tempat, dan tidak melayani kirim-kirim,” ucap Azman.

Kejadian itu berawal dari orderan via WA Penipu 0812-1217-*** atas nama Dian Indah S. Pelaku memesan logam Mulia Antam CertiEye 100 gr 1 keping, 25 gr 2 keping, dan 10 gr 1 keping. Jika ditotal berjumlah 160 gr senilai Rp148.730.000.

“Saya jalan atas perintah bos dari Jatiasih dan tiba di lokasi pukul 16.16. Setiba di lokasi rumah Blok H10 / No. 05 Legenda Wisata Cibubur, transaksi diwakilkan oleh sang ayah penipu dari si mbak penipu,” ucap dia.

Lelaki tua itu mengaku sebagai Max Globe. Pelaku kemudian mempersilahkan Azman masuk ke sebuah rumah 2 tingkat. Rumah tersebut telihat bersih dan rapi yang meredam keraguan Azman terhadap pemilik rumah.

“Saat saya diajak masuk ke ruangan kerja dia, saya sempat menolak dan meminta untuk transaksi dikursi ruang tamu saja, namun si tua bangka penipu meminta untuk di ruang kerja dia agar lebih nyaman,” ucap dia.

Dengan kondisi rumah layaknya orang berkecukupan, Azman tanpa ragu ketika diajak masuk ke sebuah ruangan 3 x 3 yang dilengkapki dengan AC dengan satu akses pintu dan jendela bertralis, lengkap dengan meja kerja kuitansi buku dan seprai barang dagangan. “Yang itu semua menjadikan saya nambah yakin dengan transaksi yang bersih tanpa ada pikiran untuk tipu-tipu,” ucap dia.

Selang beberapa menit, Azman hendak memastikan sistem pembayaran dari transaksi tersebut, karena Dian Indah S sebagai pengorder mengaku berada di kantor. Atas dasar itu, Dian meminta agar pembayaran via transfer.

Namun, setelah harga disepakati, sang ayah meminta izin membawa emas tersebut ke lantai dua. Pelaku beralasan hendak memberikan kepada anaknya untuk dicek. Azman awalnya ragu untuk mengizinkan, namun kondisi berada di dalam rumah serta kondisi peniu yang sudah tua membuat dia mengizinkan logam mulia itu dibawa ke lantai dua.

“Dia keluar ruangan dan menutup pintu, saya duduk manis di sofa dan menelepon bos saya untuk memberi tahu dan memastikan kalau pembayaran via transfer sambil menanyakan hukum seorang muslim meminum air kemasan yang sempat ditawarkan sebelum tua bangka itu keluar ruangan,” ucap dia.

Namun setelah 5 menit menunggu, Azman curiga karena pelaku tak kunjung kembali dan bukti pembayaran transfer pun tak kunjung dikirim. Saat nomor pengorder dihubungi, nomor Azman rupanya telah diblokir.

“Saat itu saya coba buka pintu dan ternyata dalam kondisi terkunci, setingan dengan merusak bagian kunci dalam tanpa menggunakan kunci. Seketika itu saya sepontan dobrak pintu namun apalah daya kondisi masih terkunci di dalam,” ucap dia.

Setelah berupaya, Azman berhasil keluar. Namun ia mendapati rumah sudah kosong yang hanya menyisakan pintu belakang terbuka. Ia lalu menanyakan ke penjaga kompleks setempat tentang penghuni rumah tersebut.

“Ternyata rumah tersebut sudah lama kosong lalu dikontrak oleh penipu beberapa hari belakang sebelum kejadian. Sedangkan identitas pelaku yang diberikan kepada pemilik rumah adalah identitas palsu. Si penipu bukanlah warga penghuni setempat. Yang ia hanya memanfaatkan kondisi itu,” ucap Azman.

Kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Dia berharap pelaku bisa segera ditemukan, dan kejadian serupa tak terulang bagi siapa pun. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here