Tak Ada Larangan dari Pemerintah, Pemudik Idul Adha Harus Lakukan Rapid Test

Ilustrasi mudik. foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta– Pemerintah mengatakan tidak ada larangan spesifik bagi masyarakat yang ingin mudik hari raya Idul Adha. Meski demikian pemudik harus memiliki hasil tes PCR negatif ataupun rapid yang nonreaktif dari Covid-19 yang berlaku selama 14 hari.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan sudah tidak diperlukan surat atau dokumen lainnya untuk para pemumudik. Namun pemerintah meminta kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada serta mengimplementasikan protokol kesehatan karena pandemi belum usai.

“Bepergian dari zona merah sebaiknya dipikirkan. Kalaupun harus bepergian, sebaiknya selalu gunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan tangan, dan ikuti petunjuk dari operator sarana dan prasarana transportasi,” ujar Adita dalam rekaman video, Rabu (29/7) malam.

Dia menambahkan dalam rangka mengantisipasi arus mudik Idul Adha, Kementerian Perhubungan telah melakukan serangkaian langkah antisipasi,. Diantanya meminta operator prasarana dan sarana untuk bersiap dan mengantisipasi adanya lonjakan penumpang serta lalu lintas di jalan raya.

“Selain itu, kami meminta seluruh aparat terkait baik kepolisian serta dinas perhubungan daerah untuk bisa terus lakukan koordinasi dan pengawasan untuk antisipasi adanya lonjakan penumpang di seluruh moda transportasi,” imbuh Adita.

Adita mengatakan walaupun pemerintah tidak melarang mudik, namun tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian apabila tidak ada kebutuhan mendesak. “Kalaupun harus bepergian tetap mengedepankan protokol kesehatan termasuk gunakan masker, jaga jarak, dan kebersihan tangan,” lanjut dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here