Apakah Anak-Anak Menyebarkan Virus Corona? Begini Penjelasan Peneliti

Para siswa yang memakai masker berada di ruang kelas sebuah sekolah di Bangkok, Thailand, pada 1 Juli 2020. Sekolah-sekolah di Thailand telah dibuka kembali pada Rabu (1/7). Xinhua/Rachen Sageamsak

Indonesiainside.id, Virginia – Hingga saat ini, 2.520 anak-anak hingga usia 17 tahun diuji untuk virus corona oleh sistem kesehatan Universitas Virginia Barat. Hasilnya, 67 dari mereka dinyatakan positif, dan satu dengan kondisi parah, sehingga harus penjalani perawatan ntensif di rumah sakit.

Ketika mempertimbangkan peran anak-anak dalam pandemi ini, pertanyaan pertama yang diajukan, adalah apakah mereka dapat terinfeksi, dan jika demikian, seberapa sering.
Dari 149.082 kasus Covid-19 yang dilaporkan di Amerika Serikat (AS) hingga akhir April lalu, hanya 2.572 (1,7%) adalah anak-anak, sementara anak-anak merupakan 22 persen dari populasi AS.

Tetapi penelitian baru-baru ini dari tiga spesialis penyakit menular anak yang tinggal dan bekerja di Virginia Barat, menunjukkan bahwa anak-anak secara fisiologis sama kemungkinan terinfeksinya dengan orang dewasa. erbedaan antara jumlah kasus dan kerentanan biologis ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa anak-anak pada umumnya memiliki gejala minimal hingga ringan ketika terinfeksi virus corona, dan karenanya cenderung untuk dites.

Mungkin juga bahwa anak-anak pada umumnya memiliki lebih sedikit paparan terhadap virus dibandingkan dengan orang dewasa. Karena mereka tidak bekerja, dan juga pergi ke toko-toko untuk belanja tidak sesering orang dewasa. Meskipun anak-anak lebih kecil kemungkinannya sakit akibat virus corona, tidak berarti bahwa mereka kebal. Data menunjukkan bahwa anak-anak yang berusia kurang dari satu tahun dan mereka yang memiliki kondisi mendasar adalah yang paling mungkin dirawat di rumah sakit.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here