DPR Minta Guru dan Siswa Diberi Telepon Pintar Sederhana, Terobosan Nadiem Ditunggu

Seorang siswa sekolah menengah pertama, dengan didampingi ibunya, berpartisipasi dalam sesi pembelajaran daring dengan menggunakan koneksi internet gratis yang disediakan oleh seorang warga di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Depok Mulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Xinhua/Agung Kuncahya B.

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, menilai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, belum melakukan upaya signifikan dalam menghadirkan dua hal paling krusial dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh anak Indonesia. Dia menyebut masih ada jutaan anak-anak di ribuan desa yang belum terjangkau internet tidak dapat dibiarkan menunggu terlalu lama.

“Perlu ada pembaruan skema-skema dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke pelosok,” kata Hetifah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Hetifah, Nadiem Makarim seharusnya kreatif dan tidak bisa mengandalkan cara-cara lama dalam mengatasi permasalahan di era krisis saat ini. Apalagi, jika hambatan-hambatan yang ada lebih bersifat birokratis.

Hetifah menyebut Komisi X dalam rapat bersama Kemendikbud telah menyarankan pengadaan telepon pintar sederhana bagi siswa dan guru yang membutuhkan. Dia mengingatkan, kepemilikan telepon pintar maupun laptop bagi banyak masyarakat masih dianggap barang mewah. Untuk itu, pemerintah tidak boleh menutup mata akan hal itu.

Maka itu, dia menyarankan adanya produksi telepon pintar dalam negeri dengan menggandeng Kemenperin dan universitas yang memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Meski demikian, hingga saat ini belum ada kelanjutan yang kami lihat akan ide tersebut. Kami menunggu terobosan-terobosan dari pemerintah dan kami di Komisi X siap bergandeng tangan mendukung upaya-upaya tersebut,” ucap Hetifah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here