DPR Minta Nadiem Makarim Alokasikan Anggaran POP untuk Subsidi PJJ

Seorang siswa sekolah dasar didampingi ibunya saat mengikuti sesi pembelajaran daring dengan menggunakan koneksi internet gratis yang disediakan oleh seorang warga di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Depok Mulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Xinhua/Agung Kuncahya B.)

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Komisi Pendidikan DPR RI, Syaiful Huda, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengalokasikan anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) sebesar Rp495 miliar dari Rp100 miliar untuk mensubsidi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Dana itu bisa digunakan untuk mensubsidi kegiatan belajar siswa di daerah selama pandemi Covid-19.

“Saya minta anggara POP yang Rp494 miliar untuk mensubsidi PJJ yang sukit luar biasa saat ini. Khususnya di daerah-daerah terpencil; seperti jaringan internet, paket data, bahkan ada yang tak punya HP, apalagi laptop dan sebagainya. Sedangkan untuk POP kalau dilanjutkan cukup Rp100 miliar,” ucap Syaiful dalam diskusi daring di Jakarta, dikutip Selasa (4/8).

Syaiful menjelaskan, Komisi X awalnya setuju dengan rencana penyelanggaraan POP karena memandang itu akan menjadi program peningkatan kapasitas guru, kepala sekolah, serta tenaga pendidikan. Namun persetujuan itu diberikan sebelum Covid-19 mewabah di Indonesia.

“POP ini awalnya didesain dalam suasana normal, jadi kemudian tiba-tiba akan dilaksanakan pada darurat pandemi Covid-19. Mau tidak mau, bahkan wajib hukumnya skemanya harus berbeda dari desain awal karena memang dilaksanakan suasana normal,” tutur Syaiful. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here