Mahasiswa Adukan Nadiem Makarim ke Komnas HAM, DPR: Hadapi Saja, Anggap Adik lagi Ngaduh

Mendikbud Nadiem Makarim (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Rapat tersebut membahas tentang anggaran tahun 2020. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, menanggapi laporan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) kepada Komnas HAM. Para mahasiswa mengadukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, ke Komnas HAM terkait pembayaran kuliah secara penuh di masa pandemi Covid-19.

Pengaduan tersebut dilakukan pada 22 Juli 2020 dan diterima Bidang Penerimaan dan Pemilihan Pengaduan serta tercatat dalam nomor agenda B2801. Komnas HAM pun berjanji akan melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Aduan itu adalah tindak lanjut gerakan mahasiswa yang telah melakukan Permohonan Hak Uji Materi Permendikbud No.25/2020 ke Mahkamah Agung (MA).

Hetifah meminta Nadiem Makarim tidak menghindar dari penyelidikan tersebut. Ini karena tidak bisa dipungkiri jika pandemi Covid-19 membuat banyak sektor mengalami kesulitan, termasuk dunia pendidikan.

“Hadapi saja, kenapa harus dihindari. Ini ibaratnya adiknya mau ngadu gitu. Cuma karena barangkali tidak bisa langsung, akhirnya melalui lembaga antara. (Nadiem) tidak perlu menghindar juga. Hadapi, karena memang sekarang sedang sulit. Banyak sekali stakeholder pendidikan, bukan cuma mahasiswa, ada guru-guru, ada juga mungkin orang tua murid sebenarnya mau demo juga (karena) kesusahan ngajarin anak di rumah. Semua pengen dapat perhatian,” kata Hetifah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).

Dia mengusulkan agar Nadiem Makarim membuka ruang aduan di Kemendikbud untuk semua kebijakan di masa pandemi. Kemendikbud perlu merespons semua aduan yang masuk dan menindaklanjutinya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here