Presiden Marahi Lagi Menterinya, Mardani: Potong dan Selesaikan Akar Masalahnya

Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menyoroti sikap Presiden Joko Widodo yang kembali memarahi para menterinya karena dinilai tidak paham prioritas dan belum memiliki aura krisis pandemi Covid-19. Jokowi meluapkan kemarahannya dalam Rapat Terbatas (Ratas) pada Senin (3/8).

Menurut Mardani, kemarahan tersebut tidak akan berguna jika Jokowi tidak berhasil mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan para menteri tak memiliki aura krisis.

“Pak Jokowi mestinya berpikir apa penyebab para menteri sudah berkali-kali dimarahi tapi belum juga berubah. Pertama, mulailah melihat akar masalahnya. Kalau disuruh lari tapi kakinya diikat, yang tidak akan bisa lari. Mau dimarahi seratus kali juga tidak akan bergerak. Potong dan selesaikan akar masalahnya. Bisa regulasi, bisa juga kapasitas menterinya,” kata Mardani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).

Mardani juga menilai langkah Jokowi menampilkan kemarahannya di ruang publik tidak elok. Sebagai pemimpin, Jokowi seharusnya langsung bertindak menyelesaikan akar masalahnya, bukan malah mengumbar kemarahan ke publik.

“Marah sekali wajar. Marah berkali-kali tidak wajar. Bahkan cenderung sakit. Pak Presiden punya otoritas penuh. Sayang kalau diumbar emosinya. Mesti di-eman-eman karena banyak pekerjaan besar menanti Pak Presiden,” ucap Mardani.

Dia menyarankan, jika tidak puas dengan kinerja para menteri, maka Presiden lebih baik menggunakan haknya untuk melakukan reshuffle kabinet. Reshuffle kabinet lebih baik daripada hanya mengeluh di ruang publik.

Reshuffle hak prerogatif kok. Kecuali Pak Presiden takut. Jadi bukannya ambil aksi malah reaktif. Kedua, buat KPI (Key Performance Indicator) yang jelas. Disuruh lari tapi ke mana dan buat apa? Tanpa KPI tidak bisa seseorang secara adil dinilai. Tetapkan KPI. Walau mestinya semua tahu karena ini sudah masuk bulan ke-10,” tutur Mardani. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here