DPR: Dibanding Bikin Gaduh, Mending Anggaran POP Dialihkan ke PJJ

Siswi sekolah dasar menggunakan ponsel untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara online di Jakarta, Selasa (21/7/2020). Agensi Anadolu/Eko Siswono Toyudho

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) lebih baik dialihkan untuk menambah hotspot jaringan internet. Itu lebih berguna untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) daring bagi siswa maupun mahasiswa.

“Daripada bikin ribut dan gaduh, alihkan saja anggaran POP setengah triliun itu untuk 52,5 juta pelajar dan mahasiswa di seantero negeri ini agar gratis mengakses pembelajaran daring,” ucap Fikri di Jakarta, Jumat (7/8).

Dia mengusulkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) POP diganti dengan program hotspot internet gratis. Dia berharap hotspot internet ada di setiap RW, atau paling tidak di setiap kantor desa dan kelurahan. Di tempat-tempat hotspot itulah nantinya siswa maupun mahasiswa dapat belajar secara daring, dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Hal ini bisa saja kombinasi antara dana pemerintah sebagai stimulus, dengan swadaya masyarakat di lingkungannya,” ucap dia.

Politkus PKS itu menegaskan, pengalihan anggaran dalam DIPA harus melalui proses pembahasan anggaran dengan DPR. Walaupun kenyataanya banyak DIPA yang diubah tanpa pelibatan dan persetujuan DPR dengan alasan darurat masa pandemi Covid-19.

“Kita DPR menolak cuma jadi penonton saja atas semua kebijakan anggaran. Jadi fungsi anggara DPR akan tetap kami perjuangkan atas nama konstitusi UUD 1945, termasuk mengubah DIPA,” ucapnya. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here