Menristek: Perlu Perubahan Paradigma di Semua Lini Untuk Jadi Negara Maju

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro saat mengunjungi Biofarma. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong perguruan tinggi berkontribusi dalam pengembangan industri nasional melalui kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan.

“Inovasi dapat dilakukan pada setiap tahapan litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan), untuk menghasilkan produk inovasi unggul. Perlu perubahan paradigma dari semua lini untuk menjadi ‘innovation based economy’ (negara yang berbasis inovasi),” kata Menristek Bambang di Jakarta, Jumat(7/8).

Menristek Bambang menuturkan visi jangka panjang Indonesia pada 2045 adalah menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi (high income) ketika merayakan 100 tahun kemerdekaan.

Untuk menjadi negara maju, maka diperlukan terobosan melalui inovasi. Hal itu disampaikan oleh Menristek Bambang dalam seminar virtual yang diselenggarakan oleh Universitas Telkom bertema Indonesia Maju Berbasis Riset dan Inovasi Nasional: Peran Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Industri Nasional pada 5 Agustus 2020.

Menristek Bambang menuturkan sektor industri manufaktur tetap menjadi yang terdepan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Di dalam pengembangan industri manufaktur diperlukan terobosan untuk peningkatan daya saing yang berbasis inovasi.

Penekanan program-program kebijakan dan instrumen kebijakan seperti dana-dana insentif Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/BRIN dalam lima tahun ke depan akan mengarah pada implementasi “triple helix” (Academicians-Business-Government) yang merupakan sinergi antara perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, industri, dan pemerintah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here