Selain Santunan Rp300 Juta, Pemerintah Berikan Penghargaan Bintang Jasa bagi Tenaga Medis yang Gugur

Sejumlah dokter dan tenaga medis memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dr. Berkatnu Indrawan Janguk RSUD Soewandhie Surabaya, Senin (27/4). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah menyatakan akan memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap tenaga kesehatan yang sampai saat ini bekerja keras menangani Covid-19 di Tanah Air. Bagi tenaga medis yang gugur dalam pengabdian menangani Covid-19, pemerintah memberikan penghargaan bintang jasa dan santunan Rp300 juta.

“Kita mencatat banyak dokter menjadi korban juga di dalam pengabdian itu. Mungkin karena lelah, stres juga, lalu tertular, terkena Covid-19, dan meninggal,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Sabtu (8/8).

Dia menyebutkan, tenaga kesehatan yang mendapatkan bintang jasa tahap pertama sebanyak 22 orang. Bintang jasa ini rencananya diserahkan pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Dari 22 tenaga kesehatan itu, kata Mahfud, sembilan orang mendapatkan Bintang Jasa Pratama dan 13 orang mendapatkan Bintang Jasa Nararya. Para penerima bintang penghargaan dari kalangan tenaga kesehatan yang gugur dalam menjalankan tugasnya menangani Covid-19 itu telah diputuskan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Itu sebagai bentuk penghormatan pemerintah yang sifatnya simbolik kepada yang gugur. Tentu orang bekerja tidak ingin gugur untuk dapat penghargaan atau santunan. Ini tahap pertama,” katanya.

Mahfud mengatakan, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, terus bekerja intensif untuk mendata tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19.

Selama ini, Mahfud mengatakan bahwa Pemerintah juga telah menunjukkan perhatian kepada para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, yakni dengan menyediakan insentif setiap bulan kepada dokter spesialis, dokter umum, maupun tenaga medis nondokter.

Besaran intensif bagi dokter spesialis yang menangani COVID-19 sebesar Rp15 juta per bulan, dokter umum Rp10 juta per bulan, sementara tenaga medis nondokter sebesar Rp7,5 juta per bulan. (Aza/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here