Seknas Fitra: Bansos Pekerja Rentan Timbulkan Kecemburuan Sosial

Ilustrasi pekerja di kantor dan ancaman penularan Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekjen Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), Misbah Hasan, menilai wacana pemberian bantuan Rp600.000 perbulan selama 4 bulan bagi pekerja merupakan program yang patut diapresiasi. Hanya saja, menurut dia, program tersebut sangat rentan terhadap ketidaktepatan sasaran dan kecemburuan sosial. Dia menyebut skema tersebut bagus

“Skema ini bagus untuk melindungi pekerja formal atau informal dan membantu perusahaan tetap berjalan, tidak melakukan PHK. Kerentanannya atau potensi masalahnya ada pada data pekerja yang menjadi dasar pemberian bantuan yang akan berbasis data peserta BPJS ketenagakerjaan,” ucap Misbah dalam keterangannya kepada Indonesiainside.id, Ahad (9/8).

Dia menjelaskan beberapa hal yang bisa menjadi sumber masalah dari wacana tersebut. Pertama, masih banyak perusahaan belum mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan. Atas dasar itu, ada potensi banyak pekerja yang mestinya harus menerima tapi justru tidak menjadi sasaran program karena tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (exclution error data).

Kedua, selama ini umum diketahui adanya praktek perusahaan sering melaporkan gaji karyawannya di bawah nilai gaji sebenarnya untuk tujuan mengurangi nilai kewajiban pembayaran iuran BPJS. Artinya ada potensi penerima bantuan ini justru mereka yang pendapatannya sebenarnya sudah tinggi (di atas Rp5 juta), bukannya mereka yang belum terdaftar di BPJS (inclution error data).

“Kerentanan lain, yg mendapat  support anggaran ini adalah pekerja-pekerja di perusahaan besar yang selama ini mengemplang pajak, atau perusahaan yang dengan skema PEN juga mendapat keringanan pajak, dana talangan, dll. Jadi untung dobel. Lobi-lobi pengusaha besar juga bisa terjadi agar pekerjanya diprioritaskan mendapat support dana ini,” ucap dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here